Social Icons

Selasa, 13 November 2012

Spektakuler Rp. 1,2 Miliar, Dana Naskah Pidato Gubernur DKI

Opini Oleh : Muhammad Nur Inno
                                        Ilustrasi Foto :sentragading.com

Woww.. Spektakuler membaca berita di Media yang merilis tentang Anggaran atau biaya Pembuatan Naskah Pidato Gubernur dan Wakil Gubernur DKi Jakarta yang jumlahnya mencapai 1,2 Milyar Rupiah dalam satu Tahun Anggaran.

Hal ini terungkap ketika Forum Indonesia untuk Transparansi ( Fitra ) merilis alokasi anggaran untuk naskah pidato Gubernur DKI dan Wakilnya sebesar 1,2 M. Biaya yang sangat Fantastis untuk harga sebuah kata-kata Pidato.

Koordinator Investigasi dan advokasi Fitra Uchok Sky Khadafy mengatakan kepada wartawan bahwa Dana sebesar ini disimpan dalam rekening Sekertariat Daerah, selain dana tersebut ada lagi Dana sebesar 200 Juta rupiah untuk keperluan Oprasional Tim Sambutan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, belum cukup sampai disitu masih ada lagi Rp.80 Juta untuk meningkatkan wawasan dan pembekalan Tim Naskah Sambutan Gubernur dan Wakilnya.

Jadi kalau di kalkulator jumlah seluruh anggaran yang dibutuhkan untuk membiayai Tim dan Naskah Pidato hampir mencapai 1,5 Milyar Rupiah, coba bayangkan betapa mahal biaya yang harus dibayar Rakyat untuk dapat mendengarkan Pidato seorang Gubernur yang mereka pilih dan gaji untuk memimpin dan mensejatrakan mereka.

Mengetahui betapa mahalnya harga sebuah Naskah Pidato Penulis jadi bertanya-tanya kata-kata dan kalimat apa gerangan yang termuat dalam Naskah Pidato tersebut sehingga biayanya sangat spektakuler dan mencengankan, apakah dengan mendengar Pidato dari Naskah itu Rakyat dapat dengan segera mendapatkan manfaat atau perubahan nasib menjadi lebih baik taraf hidupnya dari sebelumnya, atau kah Pidato tersebut dapat merobah nasib rakyat atau mengatasi satu persoalan Jakarta dari diantara banyak persoalan sebelum berpidato, kenyataannya belum terbukti.

Sependapat dengan Apa yang dikatakan FITRA dalam rilisnya bahwa ” penggunaan Dana sebesar itu untuk Naskah Pidato adalah membuang-buang uang dari pajak rakyat, menurutnya yang perlu menjadi prioritas adalah memenuhi kebutuhan Rakyat, bukannya mempertontonkan kesombongan dan kekuasaan, bukankah Naskah Pidato atau sambutan adalah bagian dari tugas seorang Gubernur sebagai pengabdian kepada Rakyatnya ” Kata Uchok.

Menelaah maksud dari FITRA penulis berkeyakinan bahwa Masyarakat Jakarta yang butuh perobahan tentu berharap Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan memimpin jakarta kedepan menghapus Mata Anggaran Naskah Pidato dari APBD Jakarta sebesar 1,2 Milyar Rupiah untuk dialihkan ke Mata Anggaran yang lebih berpihak dan bermanfaat kepada Rakyat.***

Diposting di Kompasiana pada tanggal 27 September 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar