Social Icons

Sabtu, 27 Desember 2014

TAHUN 2015 UJIAN DAN OPTIMISME

OLEH : DR. H. SUHARDI DUKA, MM


Diahir  tahun  2014,  Indonesia  mencatat  sejarah   dengan  pergantian kepemimpinan  nasional  dengan  damai  dan  sejuk  yaitu  dari  Susilo  BambangYudoyono kepada Joko Widodo.  Bersamaan dengan itu pada bulan  nopember Pemerintah menaikkan harga BBM utamanya Premium dan solar. Akibat  kenaikan  itu  terjadi  demo  mahasiswa  dan  buruh  dikota-kota  besar menolak kenaikan harga BBM. Dan gejolak ekonomipun mulai terasa dan dibulan desember  ini  kembali  ekonomi  Indonesia  terasa  berat  akibat  melemahnya rupiah terhadap dollar amerika.  Itulah sekelumit peristiwa di ahir tahun 2014,terus bagaimana dengan tahun 2015 ,,,, ?           

 Masa depan adalah kumpulan kemunkinan, arah, peristiwa, perubahan,           Kemajuan dan kejutan. Seiring waktu segalanya menemukan tempatnya           Masing-masing dan, bersama-sama semuanya membuat gambaran baru           Mengenai dunia.  ( jhon Naesbit ).

Sebagai bangsa apalagi pemimpin satu daerah saya tentunya tidak akan pernah pesimis melihat masa depan, walaupun tantangan 2015 tidak mudah, dan salahsatu  momen  di  2015  akan  terjadi  pilkada  serentak  di  hampir  300  daerah  diIndonesia di tengah ketidak pastian legalitas aturan yang mendasari sampai saatini, apakah lansung atau tidak lansung.

Di  2015 penegakan hukum akan semakin kuat utamanya dalam upaya untuk pemberantasan korupsi,  dan kejahatan ekonomi lain termasuk narkoba,  disisi lain tingkat kecurigaan public terhadap pejabat politik/public belum akan redah.Untuk gambaran itulah maka gerak laju ekonomi juga akan memilih jalan yang aman dan hati-hati, utamanya dalam ber investasi yang terkait dengan perizinan.Ada pepatah jepang yang tepat untuk menggambarkan kondisi ini, paku yang me-Nonjol akan di palu.

Banyak  pemimpin  justru  sukses  dalam  upaya  peningkatan  kesehateraanmasyarakatnya  akan  di  palu.  Banyak  pemimpin  yang  telah  mengabdikan  diri untuk masyarakat  dan menonjol  dipaksa kembali  pada  kebijakan lama  yang mapan. Olehnya itu kalau berjalan jangan terlalu jauh dari rombongan agar anda tetap dihitung sebagai rombongan.

Untuk  kondisi  mamuju,  target  ekonomi  makro,  diyakini  masih  akan  diatas capaian nasional, pertumbuhan ekonomi nasional kisaran 5-6 % mamuju akan tetap tumbuh kisaran 9-10 %.  Iklim investasipun akan tetap berjalan, utamanya tingkat produktifitas hasil pertanian dan perkebunan mamuju akan meengalami peningkatan  rata-rata  di  atas  10  persen,  utamanya  sector  Pangan,  cocoa  dan sawit. 

Untuk kondisi social mamuju 2015 akan stabil, aman dan harmoni baik toleransi antar umat beragama, suku dan konplik social lainnya di harapkan tidak terjadi akibat  sumber  pemicunya  dapat  kita  atasi  dengan  baik  dengan  ketersediaanpangan dan kebutuhan pokok lainnya.

Yang  sangat  dibutuhkan  adalah  kesadaran  masyarakat  dalam  perbaikan lingkungan dan pemukiman serta penataaan kota termasuk mengatasi  maslahapersampahan.SELAMAT  MEMASUKI  TAHUN  BARU  2015  DENGAN  PENUH  OPTIMISME DANPENINGHKATAN IMAN DAN KEPEKAAN SOSIAL.


SAPOTA   23 DESEMBER 2014

SDK

Selasa, 23 Desember 2014

LAPORAN PERJALANAN DINAS


LAPORAN PERJALANAN DINAS DALAM DAERAH
DEWAN PENGAWAS PDAM TIRTA MANAKARRA MAMUJU
TAHUN 2014

KEPADA : BAPAK BUPATI MAMUJU,
DARI       : DEWAN PENGAWAS PDAM TIRTA MANAKARRA MAMUJU,
PERIHAL: Laporan Perjalanan Dinas Dewan Pengawas PDAM-TM Kabupaten Mamuju dalam rangka peninjauan asset Pemerintah Pusat dalam hal Kementrian PU kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju berupa Instalasi Pengelolaan Air Bersih

1. DASAR PELAKSANAAN
  • Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 025/SPPD/XII/2014, tanggal 17 Desember 2014, yang dikeluarkan oleh PDAM-TM Mamuju dan ditandatangani oleh Dirut PDAM.
2. MAKSUD PERJALANAN 
  • Sebagaimana tercantum dalam lembar SPPD tujuan dari Perjalanan Dinas didalam Daerah  ini adalah dalam rangka melakukan kunjungan kerja sekaligus peninjauan asset Pemerintah Pusat Cq. Kementrian PU yang akan dihibahkan kepada Pemerintah Daerah berupa Instalasi Pengelolaan Air Bersih, SPAM Pedesaan serta jaringan Perpipaan.
3. TUJUAN PERJALANAN DINAS
  • Perjalanan Dinas dalam Daerah ini bermaksud untuk mengetahui suasan kerja disetiap IKK ( Instalasi yang ada di Kota Kecanatan )  juga ingin memastikan semua Asset yang akan dihibahkan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju dalam kondisi baik dan berfungsi sebagaimana mestinya.
4. WAKTU PELAKSANAAN,

Perjalanan Dinas ini berlangsung selama 3 ( tiga ) Hari yaitu dari tanggal 18 Desember 2014 s/d tanggal 20 Desember 2014 dengan menggunakan Kendaraan Dinas Roda empat PDAM-TM, mengunjungi beberapa IKK dan IPA yang ada dibawah PDAM-TM Mamuju dengan  jadwal perjalanan sebagai beriut :
    • Kamis Tanggal 18 Desember 2014, mengunjungi Kantor Instalasi Kota Kecamatan ( IKK ) Kalukku, yang terletak di Tasiu  32 Km utara Kota Mamuju , setelah itu lanjut ke Instalasi Pengelolaan Air untuk Kalukku kapasitas 10 Liter/ detik yang hanya berjarak 1 Km dari Kantor IKK  tepatnya di Jalan Trans Mamuju - Kalumpang - Mamasa, setelah itu mengunjungi IPA Kabuloang kapasitas 20 Liter/ detik  ( Systim Grafitasi ) di Desa Kabuloang masih dihari yang sama perjalanan dilanjutkan ke Kantor Instalasi Kota Kecamatan yang terletak di Tarailu 75 Km utara Mamuju atau 43 Km dari Kantor IKK Kalukku , kemudian ke IPA Tarailu yang berkapasitas 10 Liter/detik dengan Systim Pembangkit Listrik di pinggiran Kota Kecamatan Tarailu
    • Jum'at Tanmggal 19 Desember 2014, mengunjungi Instalasi Pengelolaan Air Bersih ) Pattiddi di Kecamatan Simboro, SPAM Pedesaan di Botteng dan Sumare juga di Simboro, mengunjungi IKK Tapalang ( IPA Tapalang ) di Kecamatan Tapalang 38 Km Selatan Mamuju
    •  Sabtu, 20 Desember 2014 mengunjungi Intake yang ada di Sungai Soddo Mamuju sumber air baku untuk Pusat Kota Mamuju dan Pulau Karampung, serta IPA Soddo yang berkapasitas 20 Liter/ detik.
5. HASIL YANG DICAPAI
  • Kamis, tanggal 18 Desember 2014, Berangkat dari Mamuju sekitar jam. 8.30 Wita , petjalanan diatas aspal licin dengan jarak tempuh 32 Km hanya diperlukan waktu sekitar setengah jam kami maksudnya Saya MUHAMMAD NUR ( Sekertaris Dewan Pengawas PDAM-TM Mamuju ) dan Pa M.ADHAN KASIM ( Anggota Dewan Pengawas PDAM-TM Mamuju ) tiba di Kantor IKK Kalukku di jalan Trans Sulawesi TASIU Kecamatan Kalukku, diterima oleh Kepala Kantor IKK Husri, ST dan jajarannya. Setelah bincang-bincang diketahui bahwa saat ini IKK Kalukku yang mengelola Dua IPA berkapasitas 30 Liter/ detik , yaitu IPA Tasiu 10 Liter/ detik dibangun pada tahun 2009 dan IPA Kabuloang 20 Liter/ detik ( Sistim Grafitasi ) dibangun pada tahun 2013,mempekerjakan 13 Orang Kariyawan, 9 tenaga tetap dan sisanya 4 Orang tenaga Honor, Saat ini IKK Kalukku memiliki 1.560 Pelanggan, Kalukku dan sekitarnya 1.100 Pelanggan serta Kabuloang baru 560 pelanggan dengan pendapatan sekitar 70 - 75 Juta perbulan, diharapkan bahwa Pelanggan akan terus bertambah mengingat kapasitas IPA terpasang masih meungkinkan penambahan Pelanggan dan itu berarti peningkatan Pendapatan. Kondisi yang  terlihat dan diketahui di IKK Kalukku hamoir sama dengan apa yang ada di IKK Tarailu, Walau IKK ini baru memiliki Kariyawan 4 Orang, 3 Pegawai tetap dan 1 Orang masih honor, melayani 705 Pelanggan dari IPA Tarailu dengan kapasitas 10 Liter/ detik ( Sistim PLN dan Genset ) pendapatan sekitar 40 Juta perbulan dengan presentasi tungggakan sekitar 10 % perbulan.
  • Jum'at tanggal 19 Desember 2014, mengunjungi dan melihat Kondisi IPA Pattidi di Desa Pattiddi Kecamatan Simboro 9 Km Selatan Mamuju berkapaitas 20 Liter/detik ( Sistem Grafitasi  ) dibangun pada tahun 2011 , untuk mensuplay air bersih di Utara dan Barat Kota Mamuju serta SPAM Pedesaan di Botteng dan Sumare juga di Kecamatan Simboro. Setelah itu Perjalanan dilanjutkan ke IPA Tapalang yang terletak di Km. 38 Selatan Kasambang Tapalang, dari Km. 38 Jalan Trans Sulawesi kami turun dari mobil berjalan kaki belok kekiri memasuki perkampungan, jalan di pematang sawah, melewati jembatan darurat dan terakhir pendakian dikemiringan sekitar 20 derajat sekitar 700 meter hingga 1 Km sampailah kani di IPA Tapalang dalam kondisi masih bisa berfungsi tapi belum  dimanfaatkan karena  belum adanya jalan yang dapat diakses oleh kendaraan roda empat atau enam untuk keperluan oprasional dan maintenance sebuah Intalasi.
  • Sabtu 20 Desember 2014, mengunjungi Intake yang ada di Sungai Soddo Mamuju sumber air baku untuk Pusat Kota Mamuju dan Pulau Karampung, serta IPA Soddo yang berkapasitas 20 Liter/ detik dibangun pada tahun 2013 . Kagum kami menyaksikan IPA yang ada diatas bukit jalan menuju ke Rujab Bupati Sapota dari arah Soddo Kecamatan Kota ( Binanga ) yang mensuply air ke Pulau Karampung , bangunannya negah sulit dijelaskan dengan kata menurut Saya inilah satu-satunya IPA di Indonesia  yang mensuply air ke Satu Pulau dengan melewati perairan di kedalaman laut selat Makassar.
6. KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN

KESIMPULAN :

Kesimpulan dalam perjalanan Dinas ini  berdasarkan apa yang kami lihat dan ketahui bahwa kinerja dan Manajemen Kantor IKK Kecamatan Kalukku dan Tarailu berjalan dengan baik dan wajar ada beberapa hal yang masih perlu mendapatkan perhatian dari Manajemen seperti berupaya menambah pelanggan dengan melakukan promosi , menurunkan presentase tunggakan dengan meningkatkan penagihan, mencari sumber air lain yang memungkinkan membangun IPA dengan sitem Grafitasi agar bisa menekan biya oprasional penggunaan PLN atau Genset, serta mengupayakan Diklat-Diklat untuk meningkatkan sumber daya manusia. Dari hasil kunjungan / Peninjauan langsung kebeberapa  IPA yang disebutkan diatas berdasarkan penilaian dari segi kondisi non teknis dari pengamatan langsung dilapang  , semua berjalan dab berfungsi dengan baik, Normal dan Wajar  terkecuali untuk IPA Tapalang.

IPA Tapalang berkapasitas 10 Liter/ detik yang dibangun pada tahun 2009 belum berfungsi dan belum dimanfaatkan karena terbentur pada Akses Jalan Desa menuju IPA sepanjanag 700 meter - 1 Km , diharapkan pihak yang berkompeten dapat membangun akses jalan tersebut,  IPA ini belum diserahkan Pengelolaannya ke PDAM-TM Kabupaten Mamuju dan tidak termasuk dalam usul Hibah Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju karena belum dapat difungsikan .
Perlu diketahui disamping pembangunan jalan menuju IPA , untuk beroperasi  IPA juga membutuhkan puluhan juta rupiah perbulan untuk  biaya oprasional, gaji Pegawai PDAM, diluar  Sewa Listrik ( PLN ) dan Bahan bakar untuk Genset yang juga bisa mencapai Rp. 10 Juta / perbulannya, sehingga dibutuhkan partisipasi aktif  masyarakat untuk pembiayaan tersebut tentu melalui pembayaran rekening Air bila kelak sudah difungsikan karena ada fenemona yang beredar kalau IKK ( IPA ) itu sumbangan dari Pemerintah, yang benar bahwa IPA adalah bantuan Pemerintah sedang biaya oprasional sepanjang difungsikan menjadi tanggung jawab Pengguna ( Pelanggan ).

SARAN-SARAN :

Demikianlah laporan perjalanan Dinas dalam Daerah ini kami buat, berharaf semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi Bapak Bupati untuk mengambil kebijakan mengenai Hibah Asset milik Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan Pembinaan PDAM-TM mamuju untuk mengemban misinya sebagai perusahaan yang menginginkan peningkatan Laba dan unsur sosialnya untuk membantu masyarakat dalam pelayanan air bersih sebagai hajat hidup manusia.

Apabila dalam laporan ini terdapat kesalahan dalam bentuk apapun kami mohon maaf karena tak ada gading yang tak retak tak ada manusia yang luput dari kekhilapan **


MAMUJU, 22 DEEMBER 2014

YANG MEMBUAT LAPORAN


MUHAMMAD NUR 
SEKERTARIS DEWAN PENGAWAS PDAM-TM MAMUJU

Foto - Foto Penunjang Kaporan Perjalanan Dinas,


Berjalan menuju IPA Tapalang lewat sawah.






Bak IPA Soddo Mamuju.




IPA Tapalang diatas bukit Kasambang belum berfungsi







Intake di Soddo untuk air baku  Kota dan Pulau Karampuang.



IPA Soddo Mamuju Indah dan Megah

IKK Kalukku

IPA TARAILU

IPA KABULOANG

INTAKE SODDO MAMUJU


Senin, 22 Desember 2014

BERANI MENUJU ZONA YANG TIDAK NYAMAN

OLEH : DR.H.SUHARDI DUKA,MM,


Adalah suatu kenyataan yang harus dihadapi dengan keluarnya kebijakan moratoriumuntuk penerimaan pegawai negeri sipil tenaga non medis dan guru,Tes online tahun ini memberi pelajaran bahwa untuk mendapatkan kerja bukan hanya koneksi dan sogok yang dibutuhkan untuk jadi pns. Benar kualitas dan kemampuan sangat dibutuhkan dengan sistim yang lebih terbuka dan sulit untuk dilakukan pengaturan.

Dari tahun ketahun kelihatan bahwa hampir lebih separuh angkatan  kerja bercita-cita ingin menjadi pegawai negeri, karena pegawai negeri dianggap terjamin hidupnya, jaminan hari tua, perumahan dan fasilitas kendaraan dan lain-lain. Dengan bekerja rutin sedikit disiplin dan loyal karier akan merangkak naik, mulai esalon 4, 3, 2 dan munkin bisa ke esalon 1.Daya tarik inilah yang menyebabkan banyak pencari kerja ingin bersaing masuk menjadi pns, di tambah lagi dengan kedudukan dan penghargaan dimasyarakat bila menjadi pejabat mendapat tempat khusus.

Sebenarnya justru bagi kalangan yang suka tantangan pns itu tidak cocok, yang suka inovasi dan mengukur tingkat produktivitasnya sebaiknya mencari pekerjaan yang tidak berada  di sona nyaman terus menerus.Saya Pernah PNS 13 tahun dan  minta berhenti dengan hormat tanpa pensiun. Mengapa saya minta keluar karena disana tidak ada kompetisi  dan sulit ber inovasi, saya menganggap bekerja rutin setiap hari dari waktu kewaktu tidak memiliki tantangan saat itu.

Indonesia dalam komposisi demografi   orang yang bekerja dikalangan bisnis belum cukup 2 % penduduk, ini artinya kita masih memiliki peluang besar untuk bekerja disektor ini dengan  peluang dan potensi sumber daya yang dimiliki.Disektor bisnis memiliki tantangan dan peluang yang lebih menjanjikan baik itu dalam mencari kerja pada perusahaan yang telah mapan, maupun upaya untuk membuka lapangan kerja baru, tentu dengan membutuhkan sedikit modal.Zona ini memang zona yang tidak nyaman di awalnya, akan tetapi tantangannya  dihadapi  akan terasa dan dianggap biasa, sering tidak cukup 10 tahun orang banyak suskses meniti karier di perusahaan dan sudah berada pada level puncak atau minimal pada level manager.

Diperusahaan keahlian dan  produktifitas sangat dihargai begitupun kreatifitas dan inovasi sangat memungkinkan untuk dilakukan dan dapat mendatangkan kepuasan tersendiri. Sedangkan jadi pegawai begitu banyak aturan yang harus mengikat ditambah lagi dengan pengawasan yang begitu ketat dan saat yang sama banyak aturan multi tafsir, yang menyebabkan banyak pegawai atau pejabat masuk hotel prodeo. 

Untuk itu anak muda yuk tinggalkan zona nyaman di awal ambil zona yang lebih menantang dan ahirnya nyaman di ahir. Sukses for you. Sdk sapota mamuju..untuk anak - anak muda yang berjiwa maju..

Selasa, 16 Desember 2014

APBD UNTUK SIAPA ?

Oleh : DR.H.SUHARDI DUKA,MM



Pada hakikatnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di suatu daerah merupakan gambaran  atau  potret  seorang  Kepala  Daerah  dalam  mengelola  daerahnya. Artinya  jika prekonomian  daerah  mengalami  pertumbuhan  dan  pelayanan  publik yang  baik,  itu  karena penempatan angka-angka dalam APBD dapat memenuhi kebutuhan dasar. Sekaligus menjadi dayadorong ekonomi riil. Di situlah APBD bakal dirasakan manfaatnya.

APBD merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang ditetapkan dalam peraturan daerah.  Artinya  APBD adalah  produk bersama antara  eksekutif  dan  legislatif  daerah. DenganAPBD,  akan  diketahui  prioritas  pembangunan  satu  daerah.  Tentu  dengan  melihat  titik  beratalokasi anggaran yang disediakan dalam APBD tersebut.

Acapkali  kita  terkesima  oleh  pernyataan  seorang  pejabat  publik  saat  memberi  keterangan dihadapan  publik. Bahwa  dia  mengklaim  diri  sebagai  penentu  kebijakan  yang  sangat  concern memprioritaskan program di bidang pendidikan. Tapi kenyataannya, struktur APBD nya kurangdari  20 persen alokasi anggaran pendidikan. Demikian pun ketika mengklaim diri sebagai propada petani. Tapi kenyataan membuktikan bahwa anggaran sektor pertanian justru kurang dari 10persen pada alokasi anggaran dalam APBD.

Kita  ketahui  bersama,  bahwa  dalam  penyusunan  APBD  telah  ditentukan  porsi  penganggaran masing-masing sektor  dalam APBN dan APBD. Khusus untuk dua sektor  layanan dasar  telahdiatur pada undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional pada pasal 49. Disitu dijelaskan bahwa besaran anggaran pendidikan pada APBN dan APBD minimal 20 persen.

Sedangkan  pada  undang-undang  nomor  36  tahun  2009  tentang  kesehatan  pada  pasal  171 dijelaskan bahwa besaran anggaran kesehatan untuk APBN dan APBD sebesar 10 persen. Porsi itu di luar gaji. Dengan ketentuan tersebut di atas mari kita mencoba membedah RAPBD KabupatenMamuju. Kemudian disandingkan dengan Provinsi Sulawesi Barat.

Adapun total  Belanja  APBD Kab.  Mamuju  sebesar  Rp 915.401.8808.161,80.  Sedangkan  untuk Pemerintah Sulawesi Barat sebesar Rp 1.482.854.260.147,37.Sekali lagi, mari kita sandingkan. Bicara soal pendidikan, oleh Pemerintah Kabupaten Mamuju telah  mengalokasikan  anggaran  sebesar  Rp152 Miliar  (24  persen).  Demikian  halnya  dengan anggaran kesehatan telah diplot sebanyak 78 Miliar (12 persen). Sementara untuk anggaran diDPRD sebanyak Rp15 Miliar (2,4 perseN ).

Mari kita menengok RAPBD Provinsi Sulawsi Barat. Porsi anggaran pendidikan sebesar Rp53 Miliar (7 persen). Dan untuk anggaran kesehatan sebanyak 59 Miliar (7 persen). Sementara untuk DPRD memeroleh porsi anggaran sebesar 72 Miliar (9,2 persen).

Dengan gambaran di atas dapat diketahui kualitas APBD suatu daerah, dengan membandingkan layanan dasar dan prioritas alokasi anggaran yang ditetapkan, baik oleh Pemkab Mamuju maupun pemerintah  provinsi. Saat  yang  sama,  kita  pun  dapat  memahami  dengan  seksama  tingkat kepatuhan pemda masing-masing dalam mengalokasikan anggaran.

Untuk diketahui,  bahwa dalam menetapkan besaran anggaran di  APBD oleh TPAPD, tidaklah tepat  jika  menempatkan  angka  berdasarkan  kehendak  sepihak.  Atau  didasarkan  pada  desakanpublik. Apalagi jika sampai pada pemaksaan kehendak pejabat tertentu.

Yang lebih urgen  sesungguhnya adalah kepatuhan pada  asas.  Seperti  anggaran  pendidikan  20 persen dan kesehatan 10 persen di luar gaji. Apabila hal tersebut tidak terpenuhi, maka inilah yang disebut tidak taat asas alias tidak patuh. Wajarlah bila tiba waktu pemeriksaan oleh BPK akan tetap berada pada garis mustahil untuk meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sebab dariawal memang telah menyalahi aturan secara nyata.

Kajian  berikutnya  adalah  penempatan  prioritas  anggaran.  Pertanyaannya,  apakah  akan  dapat memberikann kontraksi terhadap pertumbuhan ekonomi? Jika anggaran itu membiayai sektor riil atau  belanja  modal  yang mendorong  putaran  ekomomi  dan  peningkatan  produksi  maka  akan berpengaruh pada pertumbuhan. Tapi jika hanya konsumtif dan perjalanan dinas, maka anggaran itu kontra produktif dan hanya akan mendorong inflasi.

Untuk diketahui, pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Mamuju dalam 9 tahun terahir relatif rata-rata lebih tinggi dibanding 5 kabupaten lainnya di Sulbar. Angka ini juga telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan di Sulbar.

Suatu saat saya mendengar sebuah pidato bahwa Sulbar pernah tumbuh 15 persen. Hemat saya,pidato itu tidaklah benar adanya. Karena saya tidak pernah mendapatkan laporan statistik bahwa Sulbar pernah menempati posisi di angka pertumbuhan 15 persen. (lihat data tahun berapa?)

Olehnya  itu,  dengan  timpangnya  penempatan  anggaran  dari  rancangan  RAPBD  di  Pemprov,kiranya perlu ada upaya perbaikan struktur APBD. Sebab bagaimana mungkin Pemprov dapat menilai dan mengevaluasi APBD Kabupaten jika struktur APBD provinsi timpang dan tidak patuhterhadap undang-undang.

Saya ingin tegaskan, APBD adalah hak rakyat. Olehnya itu harus diabdikan untuk rakyat. Sektor yang  berkaitan  langsung  dengan  rakyat  adalah  kesehatan,  pendidikan  dan  pertanian  serta infrastruktur jalan dan jembatan. Sekali lagi, APBD itu untuk rakyat!

Kritik dan saran: sdk.suhardi@gmail.com

Senin, 08 Desember 2014

KOTA YANG AUTO PILOT

OLEH : DR.H.SUHARDI DUKA,MM


Ilustrasi sumber foto : ekopermanaputra.blogspot.com

Suatu ketika, seorang teman menceritakan, bahwa dia pernah berada di suatu kota yang sangatdamai.  Harmoni  kehidupan  dalam  peradaban  masyarakat  begitu  seimbang  antara  kehidupan duniawi dan ukhrawi. Kepentingan pribadi dan masyarakat nya begitu baik. Harmoni alam pun terjaga dengan baik antara manusia dengan mahluk hidup lainnya.

Hanya satu persoalan masyarakat itu. Mereka tak memiliki hubungan formal dengan masyarakat dunia  lainnya.  Dalam  kota  yang  diceritakan  itu  hampir  mencapai  titik  sempurna,  tak  ada pelanggaran lalu lintas apalagi pelanggaran hukum lainnya. Kota itu juga tak memiliki profesi hakim karena tidak ada lagi keadilan yang mau ditegakkan. Mereka hidup adil dengan ukurannya sendiri. Tak ada iri maupun intrik politik karena memang mereka tidak mengenal partai politik,dan perwakilan rakyat.

Dalam mobilisasi mereka juga  menggunakan sarana seperti kota lain yaitu mobil angkutan kota yang secara  menyeluruh  dicat  kuning.  Dalam artribut  kota  yang diceritakan  ini  lebih  banyak memang dengan warna kuning (bukan berarti mereka Golkar). Dan usia harapan hidupnya punbegitu tinggi karena tidak pernah menyaksikan kematian selama di kota itu.

Selanjutnya cerita ini terputus karena Pesawat yang ditumpanginya segera boarding. 

Dari  penggalan  cerita  itu,  saya  justru  penasaran  ingin  mengetahui  lebih  banyak  mengenai kehidupan kota dalam cerita teman ini. Seperti  sistem pemerintahan,  adat istiadat  perkawinan,kultur dan budaya mistis maupun cara dalam berhubugan sex. Serta dalam menyelenggara-kansistem perekonomiannya.

Dalam cerita teman, ada beberapa yang ingin saya  ketahui. Pertama tentang pemerintahan, apakah dalam suatu kota bisa berjalan tanpa adanya pemerintahan? Jawabnya, hampir saya pastikan tidak mungkin. Karena pemerintahan diperlukan untuk menjaga pranata sosial, melindungi masyarakat dan menuntun untuk memenuhi kebutuhan menuju kesejahteraan masyarakat. 

Hanya  saja  sistem  pemerintahan  yang  diterapkan  di  sana  dengan  tanpa  partai  politik  dan perwakilan serta hakim seperti  suatu kesultanan.  Karena di  tangan Sultan tergenggam otoritas, sebagai kepala Negara/ Daerah, kepala pemerintahan dan sekaligus Hakim..

Sesungguhnya dalam satu masyarakat yang maju dan sadar, sering fungsi-fungsi itu tak jelas lagi siapa yang memerankan. Bahkan dalam salah satu studi banding saya di Canada ke suatu kota kecil disana (Bridgewater town) saya mendapatkan bahwa polisi di kota itu hanya 3 orang. SayaTanya, Kok polisi hanya 3 orang? Sang walikota itu menjawab, Buat apa saya angkat dan saya gaji polisi banyak kalau di kota ini tak ada pelanggaran hukum.

Artinya, cukup 3 polisi rakyatnya telah dapat terayomi dengan baik. Sesungguhnya dalam suatu masyarakat maju dan sadar bisa saja terjadi auto pilot. Artinya pemerintahan dapat tidur karenasemua sistem berjalan,  hukum-hukum sosial  dan ekonomi telah berjalan dengan baik.  Konsep Pemerintah  sebagai  penjaga  malam  berjalan  artinya  pemerintah  tak  terlalu  jauh  mencampuri kehidupan  social  ekonomi  masyarakat.  Termasuk  hukum.  Tapi  semua  diberikan  kepada masyarakat untuk mengatur sistemnya dan penegakannya.

Pemerintahlah yang mengikuti rakyat dan pemerintahlah yang tergantung ke rakyat. Tidak justru sebaliknya rakyat yang banyak bergantung kepada pemerintahnya.

Rakyat  sebaiknya mandiri baik dari sistim hukum, ekonomi dan politik. Kalau segalanya serba digantungkan  kepada  pemerintah  maka  akan  menyebabkan  kreativitas  dan  inovasi  menjadi lamban. Produktivitas pun menjadi tidak maksimal.

Kita  tentu  memimpikan  kondisi  yang  seperti  ini  tercipta  di  lingkungan  kita.  Minimal  dalam kehidupan terkecil seperti organisasi, atau pun keluarga.Tidak berarti seperti yang diceritakan oleh teman  tadi, ada yang saya tidak mengerti tentang usiakehidupan di sana yaitu tidak adanya kematian. 

Artinya pada kehidupan yang tidak seperti biasanya bisa saja kota dalam cerita ini adalah alam jin atau alam yang lain. Wallahu Alam. (Sdk).

Kritik dan saran: sdk.suhardi@gmail.com

Sabtu, 06 Desember 2014

SULBAR DAN DAERAH DI BAWAHNYA

OLEH : DR.H.SUHARDI DUKA, MM

Pa SDK diapit oleh Ketua DPRD Prov. Sulbar H.Aras Tammauni dan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulbar Andi Mapapangara.

Suatu ketika, saya pernah ditanya oleh seseorang tentang apa sih pentingnya kita ber-Sulbar? Waktu itu, saya menjelaskan bahwa kehadiran Provinsi Sulawesi Barat sangat penting dan urgen untuk lebih mempercepat proses pembangunan dan pencapaian kesejahteraan rakyat dengan membuka lapangan kerja baru serta banyaknya investasi yang masuk. Juga makin mendekatkan pelayanan kepada rakyat.

Masih banyak lagi yang saya jelaskan secara ber-api-api saat itu di tengah geliat perjuangan mewujudkan daerah ini sebagai satu provinsi baru.

Andaikata pertanyaan yang sama kembali diajukan kepada saya saat ini, tentu jawabannya akan berbeda.     Apalagi kalau ditanyakan bagaimana peran Pemprov dalam mengakselerasi pembangunan di Kabupaten. Kami dari 6 Bupati pasti memiliki jawaban yang berbeda. Mengapa? Karena pertanyaannya bersifat essay. Bukan multiple choice. Kalau multiple choice, maka jawaban akan seragam; Baik.

Bayangkan, dari sisi koordinasi dan perencanaan pembangunan saat ini, hampir seluruh program yang masuk di Mamuju tak pernah dikoordinasikan. Bahkan tak pernah diusulkan dalam forum Musrembang Provinsi. Imbasnya, APBD sulbar sering tumpang tindih dengan proyek di kabupaten. Termasuk proyek bendung sungai Papalang yang ditengarai rusak dan justeru membawa masalah bagi lingkungan dan masyarakat. Kemudian dianggarkan lagi untuk kedua kalinya. 

Untuk yang satu ini, saya tegaskan sekali lagi, bahwa Pemkab Mamuju tak pernah mengusulkannya. Serta tak pernah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten.

Dulu, sewaktu saya Mahasiswa, ada seorang tokoh masyarakat Mamuju di Makassar yang memiliki riwayat kepekaan sosial. Kalau dia mengundang mahasiswa, sesibuk apa pun, mahasiswa pasti memenuhi undangan sang Tokoh itu. Mengapa? Karena terbukti banyak membantu kegiatan mahasiswa, maupun kegiatan sosial masyarakat. 

Tapi ada juga yang bersikap sebaliknya. Jika diundang, kami tidak mau ambil pusing dengan undangan yang disebarluaskan itu. Tak menghadirinya pun tak masalah. Apa artinya? Jawabannya, karena kita membutuhkan hubungan yang mengikat dan saling membutuhkan. 

Demikian juga sebagai daerah bawahan perlu untuk dibina. Bukan dibenci apalagi dikucilkan. Kita perlu arahan dan teladan yang dapat menjadi model bagi 6 kabupaten di Sulbar ini. Penciptaan keadilan anggaran Provinsi terhadap daerah bawahannya adalah salah satu indikator keteladanan yang dibutuhkan oleh Mamuju. Bukan dengan membengkakkan porsi anggaran satu daerah, lalu mengerdilkan porsi daerah lainnya.

Saat ini, APBD sedang dalam tahap pembahasan. Saat pemkab diminta untuk ekspose di Pemprov tentang usulan Musrembang para Bupati yang langsung hadir, termasuk saya tidak diwakili saat itu. Pertanyannya, apakah bahan itu telah menjadi bahagian penting saat melakukan pertimbangan dalam menyusun anggaran? Saya tentu berharap aspirasi itu bisa dibahas bersama dengan legislatif yang baru saat ini.

Acap kali kita diminta pemerintah pusat agar melakukan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Namun, apakah di daerah juga telah terjadi perimbangan itu? Padahal kita juga butuh perimbangan keuangan Provinsi, kendati masih ada wilayah yang butuh 'sentuhan' khusus. Tapi bukan berarti daerah lain tidak. 

APBD itu menjadi stimulan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Apabila APBD dikelola dengan baik dan dialokasikan pada prioritas yang dapat merangsang pertumbuhan, maka akan sangat bermanfaat. Tapi kalau dialokasikan pada hal-hal yang tidak fundamental bagi ekonomi daerah, maka APBD akan berlalu begitu saja, tidak membawa pertumbuhan dan perubahan suatu daerah. 

Duduk satu meja, saling percaya dan mendengar antara pemangku kepentingan di Sulbar adalah kunci keberhasilan anggaran daerah. Dengan demikian, dalam mengelola anggaran dibutuhkan kesungguhan, keterbukaan dan integritas agar mendapatkan audit yang baik. 

Cukuplah pabrik kakao menjadi misal betapa mubazirnya anggaran yang digelontorkan selama ini. Jangan lagi bernasib serupa dengan SMK Kakao yang (bakal) tak dikelola dengan baik. Karena itu akan menjadi masa depan anak-anak di Sulbar.

Akhirnya, harus diakui, narasi tulisan ini telah dicangkokkan dalam perspektif (serba) kritis, tapi bukan sinis. Sebab niatnya baik untuk memperbaiki apa yang kurang selama ini. Tidak berarti kebenaran hanya di satu pihak. Tapi membangun kebaikan tentu ada pada kita semua. (Sapota SDK).

CATATAN PA SDK DARI AUSTRALIA INSTITUTE MANAGEMENT

OLEH : Dr. H. Suhardi Duka, MM.

Australia Institute Management foto : www.ndy.com

Rabu, (26/11) lalu kami masuk di Intitute Management Australia. Di sini kami digembleng oleh para manager muda dari berbagai kalangan dan perusahaan. Dalam pelatihan ini, kami berempat.

Dari Indonesia sebenarnya ada 16 orang yang mengajukan permohonan. Sementara yang disetujui hanya 3 orang Bupati dan 1 orang Fungsional. Dengan demikian kami satu kelas dengan orang-orang bule dalam mengikuti pelatihan kepemimpinan di Negeri Kangguru ini.

Ada beberapa catatan penting dari pelatihan ini. Pertama, dalam memahami materi kami mengalami hambatan komunikasi disebabkan oleh kesulitan memahami bahasa setempat. Kedua Narasumber cukup cerdas dalam menyesuaikan materinya. Bayangkan, ada 3 meja yang diisi oleg tenaga fungsional dan manager di berbagai perusahaan besar di Australia, dan satu meja lainnya merupakan pejabat public dari Indonesia.

Dari perbincangan kami dengan sejumlah peserta, mereka butuh pendidikan sebagai satu syarat di perusahaan untuk dapat naik tingkat pada jenjang jabatan managing direkctor, atau pun senior manager.  Katanya tak ada pemimpin yang instan. Sebab yang membedakan seseorang ahli, atau tidak adalah proses latihan.

Olehnya itu pememimpin yang baik adalah juga murid yang baik karena terus belajar, dan dapat menerima timbal balik dari hasil kepemimpinan. Baik dukungan atau pun kritik haruslahi diterima dalam bingkai perbedaan.

Kepemimpinan ke depan adalah mereka yang memahami potensi dirinya, memiliki agenda atapun misi untuksuatu masa depan. Tipikal kepemimpinan masa depan juga tercermin dari keerdasan memberdayakan lingkungan sosial. Utamanya sumber daya yang dimiliki dengan mamanfaatkan jaringan yang banyak.

Jaringan dalam konteks kepemimpinan sangat menentukan bagi seorang pemimpin. Termasuk peran media dalam mengeksplorasi gagasan dan agenda agar dipahami oleh public ataupun lingkungannya dengan baik dan tepat.

Di negara yang maju seperti Australia, publik tidak lagi mempersoalkan gaya seorang pemimpin ataupun kekuatan media mengeksplor  perilaku pemimpin. Di tempat ini, yang diukur adalah hasil alias fakta. Gaya dan cara apapun yang anda lakukan sejauh dalam batas kultur tidak dipersoalkan oleh publick atau perusahaan. Ukurannya seberapa besar kepampuan dalam produksi dan menguasai pasar. Dan untuk pejabat publik adalah tingkat pelayanan dan indikator kesejahteraan masyarakat.

Media Australia sudah lama bebas dan masyarakatnya pun terdidik. Olehnya itu, kemapuan media mempengaruhi citra seseorang tidak sekuat Indonesia.  Namun tidak berarti media tidak memiliki pengaruh. Akan tetapi publik Australia selalu mengukur pada hasil nyata.

Sejelek apapun di media seorang Mayer, akan tetapi kotanya bersih dan pelayanan publik berjalan dengan baik indikator ekonomi makro naik seperti pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita masyarakat,  maka walikota bisa terpilih kembali.

Tegasnya, ukuran nyata tidak dapat dimanipulasi selain dirasakan langsung oleh masyarakat. Yang lebih penting semua lembaga survey maupun statistk sangat taat pada koridor hukum.

Hukum dipahami dengan baik dan dijalankan oleh semua orang di Australia. Kota Perth misalnya, hampir tak ada pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Taxi tidak akan berjalan kalau semua penumpangnya belum pasang sabuk pengaman. Begitu pun di parker area tidak ada yang parkir kalau bukan tempat yang dikhususkan parkir.

Dan yang juga hebat ada banyak orang Indonesia bekerja di kota Perth ini, serta telah menjadi masyarakat Australia. Mereka juga sangat taat hukum baik perempuan maupun laki-laki.

Lalu bagaimana kita di Indoneisa ? Orang Indonesia bila sudah di luar negeri rupanya juga profesional dan taat hukum. Anehnya, jika masih di Indonesia justeru belum bisa berlaku demikian. Wallahu a'lam.

Perth, 28 Nov. 2014

Kritik dan saran


 sdk.suhardi@gmail.com

Kamis, 20 November 2014

POTENSI KEMARITIMAN PROVINSI SULAWESI BARAT





Oleh ; Drs.H.DJAMRUDDIN B,MM

Provinsi Sulawesi Barat yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar, memiliki panjang garis pantai kurang lebih 752 Km.Kondisi tersebut sangat menguntungkan bagi  Pembangunan Bidang Kemaritiman diberbagai sektor antara lain Pembangunan dibidang Perikanan, Pariwisata bahari, Industri Maritim, Perhubungan laut, Pembangunan kelautan dan jasa kelautan, yang dapat menjadikan andalan sumber-sumber pendapatan Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan Rakyat.


Sulawesi Barat
Bidang Perikanan laut ;

  Penyu

Dari berbagai jenis ikan nelayan tangkap dan jenis ikan-ikan karang yang sangat potensial untuk dibudidayakan serta perikanan pantai seperti udang, bandeng, taripang,penyu,Rumput Laut dan berbagai komoditas jenis ikan yang terdapat di sepanjang pesisir pantai Sulawesi Barat.

Bidang Pariwisata Bahari ;

Trumbukarang

Wisata bahari sepanjang pesisir pantai Sulawesi Barat yang meliputi Kab.Polewali Mandar, Kab.Majene, Kab. Mamuju sebagai Ibukota Provinsi, Kab. Mamuju Tengah dan Kabupaten Mamuju Utara dan disepanjang pantainya memiliki kurang lebih 30 pulau pulau besar dan kecil serta berbagai jenis biota laut, pasir putih dan terumbu karang  yang indah dan spesifik.

Bidang Industri Kepariwisataan  ;

Perahu Sandeq

dengan Teknologi Perahu Tradisional Sandeq senagai alat trasportasi nelayan Suku Mandar yang dikenal sebagai pelaut ulung karena kecepatan dan ketangguhan perahu Sandeqnya yang dipakai untuk menangkap ikan. Perahu cantik ini mampu mengejar kawanan ikan Tuna, bahkan kawanan yang sedang bermigrasi. Bahkan di dunia pariwisata dan pelayaran internasional perahu Sandeq terkenal sebagai alat perlombaan olah raga bahari

Bidang Perhubungan Laut ;

 
 Kapal Penumpang & Barang           Jalur Pelayaran Penumpang & Barang

Sulawesi Barat yang letaknya dibagian barat Pulau Sulawesi dan berbatasan lanagsung dengan Pulau Kalimantan melalui Selat Makassar menjadikan posisi strategis sebagai jalur trasportasi antar wilayah maupun sebagai pintu gerbang Pelayaran Internasional. Untuk itu diperlukan pembangunan infra struktur bidang kelautan agar dapat melayani Kapal-kapal penumpang dan barang yang melintasi Selat Makassar.

Bidang Jasa Kelautan ;

Pulau Gusung Toraya

Pemanfaatan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang tak berpenghuni maupun pulau-pulau kecil yang tenggelam di permukaan serta wilayah pesisir dapat dikelola sebagai target-target Pendapatan Daerah perlu dimanfaatkan secara baik dan benar serta  tidak merusak ekosistim lingkungannya.
Dari gambaran umum Potensi Kemaritiman Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan bahwa Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dapat member peluang untuk dikelola sebagai target-target penerimaan Daeran diantaranya adalah : Pengelolaan Hak pengusahaan perairan pesisir, Pemanfaatan pulau-pulau kecil dan perairan di sekitarnya, Konservasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, Rehabilitasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, Reklamasi dan Obyek-obyek Penelitian pengembangan Ilmu Pengetahuan Bidang Kemaritiman dll.




Rabu, 19 November 2014

INILAH 16 UNSUR PIMPINAN ALAT KELENGKAPAN DPRD PROVINSI SULBAR 2014

OLEH ; MUHAMMAD NUR OKT.

Setelah Unsur Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Barat dilantik OLEH KETUA PENGADILAN TINGGI SULSELBAR PADA SIDANG PARIPURNA ISTIMEWA DPRD   tanggal 12 Nopember 2014 yang terdiri dari  KETUA  Bpk. H. ARAS TAMMAUNI DARI PARTAI DEMOKRAT   didampingi oleh tiga  Wakil Ketua masing- masing  WAKIL KETUA 1 : Bpk. H.HAMZAH HAPATI HASAN ( DARI PARTAI GOLKAR ) , WAKIL KETUA II : Bpk. MUNANDAR WIJAYA DARI PARTAI GERINDRA, WAKIL KETUA III : Bpk. H.HARUN DARI PARTAI AMANAT NASIONAL ( PAN ), hanya selang dua hari kemudian yaitu pada tanggal 14 Nopember 2014, DPRD Provinsi Sulawesi Barat menetapkan 16 Pimpinan Alat kelengkapan Dewan ( AKD ).

Alat kelengkapan Dewan ( AKD ) terdiri dari dua belas pimpinan komisi, empat unsur pipmpinan Badan ( Badan Pembentukan Peraturan Daerah dan Badan Kehormatan ) yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris tidak termasuk unsur pimpinan Ex Officio dari Badan Anggaran dan Badan Musyawarah yang memang dijabat secara Ex Officio.

Berikut Kompoisi Unsur Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan DPRD Provinsi Sulawesi Barat :
BERDASARKAN PARTAI :
  1. PARTAI DEMOKRAT, 3 Anggota.Dewan, masing-masing Pa Syamsul Samad ( Ketua Komisi satu ), Pa Firman Argo Waskito ( Ketua Komisi tiga ) dan Pa Sukri Umar ( Sekertaris Komisi satu )
  2. GOLKAR, 1 Anggota Dewan, Ibu Hj. Marini Ariakati ( Wakil Ketua Komisi 1 )
  3. PARTAI GERINDRA, 1 Anggota Dewan, Pa H. Andi Usman ( Wakil Ketua Komisi tiga )
  4. PAN, 1 Anggota Dewan, Pa Ajbar Abdul Kadir, (  Ketua Komisi Dua )
  5. PDI-P, 2 Anggota Dewan, Pa Abd. Halim ( Wakil Ketua Komisi empat, Pa H. Itol Syaiful Tonra ( Ketua Badan Kehormatan Dewan ).
  6. HANURA, 2  Anggota Dewan,  Pa Muh. Tasrif ( Sekertaris Komisi dua ), Pa Muh. Rizal Saal ( Wakil Ketua Badan Kehormatan ). 
  7. PPP, 1 Anggota Dewan, Pa Zadrak To Tuan ( Sekertaris Komisi tiga )
  8. NASDEM, 2 Anggota Dewan, Pa Abd. Rahim ( Ketua Komisi empat ), Pa H. Risbar Barlian Bahri ( Wakil Ketua BPPD )
  9. PKS, 1 Anggota Dewan, Pa Abd. Latief Abbas ( Ketua Badan Pembentukan Perda )
  10. PKB, 2  Anggota Dewan, Pa Muh. Taufan ( Wakil Ketua Komisi Dua ) Pa Wahyuddin Sekertaris Komisi empat ).
Baca pula Artikel terkait " http://wartawargata.blogspot.com/2014/05/inilah-45-anggota-dprd-prov-sulbar.html " 

Kompoisi Unsur Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan DPRD Provinsi Sulawesi Barat :
BERDASARKAN DAERAH PEMILIHAN :
  1. Daerah Pemilihan Kab. Mamuju , 2 ( Dua )  Anggota Dewan. Yaitu  Bpk. Firman Argo Waskito dan Bpk. Sukri Umar.
  2. Daerah Pemilihan Kab.Majene, 2 ( Dua )  Anggota Dewan, Yaitu Bpk. H. Andi Usman dan Bpk. H. Itol Syaiful Tonra,
  3. Daerah Pemilihan Polman, 10 ( Sepuluh) Anggota Dewan, Bpk. Syamsul Samad, Ibu Hj. Marini, Bpk.  Ajbar, Bpk. Muh. Taufan, Bpk. Muh. Tasrif, Bpk. Abd. Rachim, Bpk. Abd. Halim, Bpk. Wahyuddin, Bpk. Abd. Latief Abbas, Bpk. Risbar Barlian Bachri.
  4. Daerah Pemilihan Mamasa, 1 ( Satu ) Anggota Dewan, Bpk.  Zadrak To Tuan
  5. Daerah Pemilihan Mamuju Utara, 1 ( Satu ) Anggota DPRD, Bpk. Muh. Rizal Saal.
Demikian Komposisi Unsur Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan  ( AKD ) yang telah disetujui dalam rapat DPRD Prov. Sulbar pada hari Jum'at tanggal 14 Nopember 2014, yang penulis peroleh dari sumber-sumber yang layak dipercaya sebagai bahan bagi pembaca  untuk menelaahnya lebioh dalam,  dan kalau ada salah dalam pengetikan, salah nama, salah alamat  mohon di koreksi yang akan diralat dan dibenarkan seuai yang sebenar-benarnya .

Sabtu, 15 November 2014

JANGAN RANCUKAN KEBENARAN, ? STANDAR YANG BERLAKU TETAPLAH APA YANG BENAR BUKAN SIAPA YANG BENAR

OLEH : DR.H.SUHARDI DUKA, MM


Mamuju Foto : M.Nur OKT

Banyak orang tergoda untuk menjadi pihak yang benar. Tapi sikap berani dalam mengubah konsep mapan mengenai ruang dan waktu , energy dan massa, adalah Einstein dgn segala perasaan, ketakutan dan harapannya, mencari hukum-hukum universal, ia mencari apa yang benar bukan siapa yang harus benar.

Nabi Ibrahim melakukan pembangkangan terhadap kaumnya yang menyembah berhala, lata dan ussa dll,
Bukan berarti iya harus benar, atau keharusan iya yang benar
Akan tetapi standar kebenaran tetaplah apa yang benar bukan siapa yang benar.

Lembaga-lembaga survey tentang pendapat dan polling politik sering membawa kita kepada suatu kepastian akan sebuah kecenderungan dan banyak terbukti, tapi tdk berarti takdir sebuah Negara ditentukan oleh lembaga survey. Kebenaran tdk pernah berpihak tapi dia obyektif dalam setiap kalausul.

Bulan ramadhan bila kita berpuasa akan menjernikan pikiran, qalbu dan harapan akan setiap kebaikan, bulan ramadhan akan selalu mengantar kita pada sisi obyektifitas
Yaitu standar kebenaran  “kebenaran tetaplah apa yang benar bukan siapa yang benar”

Tulisan ini saya ingin mengajak kita semua untuk tidak
Terlalu memaksakan diri selalu pada pihak yang benar. Karena orang secara budaya dikondisikan untuk benar, orang tua selalu benar, guru selalu benar, bos selalu benar, siapa yang benar menentukan apa yang benar, suami istri bertengkar karena berebut menjadi pihak yang benar.

Jika anda harus benar, anda menempatkan diri sendiri dlm sebuah benteng tertututp. Tapi kalau anda merasakan hebatnya tdk harus benar, anda akan merasa plong, melayang dan banyak teman untuk diskusi....!!!!!
Yakinilah hanya Allah Taalah yang mutlak kebenarannya.



                           Kantor Bupati Mamuju 30 juni 2014
                 
                        

                                 SDK.
Kritik dan saran ke :
Facebook suhardi duka
Email :duka_suhardi

Jumat, 14 November 2014

ERA BARU KEPEMIMPINAN UNIK, SEDERHANA DAN CEPAT

OLEH : DR.H.SUHARDI DUKA, MM




Siput dalam menempuh 400 meter butuh waktu 37 jam. F1 hanya membutuhkan waktu 9 detik. Sudah bukan waktunya membicarakan visi, tapi seberapa cepat kita mencapainya. Tetaplah menjadi orang cerdas dan baik, karena orang baik itu tidak dipandang apa statusnya. Tapi pemikiran dan tindakannya.

Gaya kepemimpinan yang meledak-ledak memarahi staf dalam rapat, marah di lapangan dengan suara keras serta memukul meja dan menunjuk-nunjuk muka staf di tempat sidak dan di blow up oleh media diunggah di youtube. Seakan jadi model kepempinan pejabat publik saat ini.

Dilain sisi, Walikota Solo dengan mobil Esemka dan Gubernur DKI dengan blusukan dan turun lansung di got hanya mengenakan kemeja putih yang digulung, begitu mendapat simpati public yang sangat tinggi dan tak terbendung oleh koalisi merah putih untuk mengantarkannya jadi Presiden RI ke7.  Jokowi dan JK.

Pasangan Jokowi dan JK adalah pasangan yang saling melengkapi dan unik. JK sebagai saudagar Bugis yang sukses dan pengalaman yang segudang. Memberi warna kepemimpinan Indonesia dengan tagline “lebih cepat lebih baik”.

Muhammad Yusuf Kalla, adalah manusia praktis, lurus dan cepat mengambil keputusan. Adalah sesuatu yang tidak dimiliki oleh banyak orang.
Setiap pemimpin, baik nasional dan lokal, saat ini diuji dengan rujukan seperti di atas. Gaya yang serba formal, penuh pertimbangan dan bertele-tele telah menjadi bagian masa lalu. Publik menghendaki praktis, tidak formal dan turun lansung. Marah di depan umum tidak lagi menjadi tabu. Justru model seperti itu mendapat simpati di ruang publik.

Khalid Gibrani Pernah menulis, “kalau kautemukan seorang budak tertidur dan bermimpi tentang kebebasan, biarkan dia tetap dalam tidurnya”. Orang kedua mengatakan sebaliknya, “bangunkan dia agar dia tahu kenyataan hidup yang dihadapinya”.

Ada banyak golongan yang bagaikan siput berjalan sangat lamban untuk menuju kesejahteraan dan bahkan hamper putus asa untuk mencapai tujuannya. Tapi ada pula golongan begitu cepat menyesuaikan dengan perubahan dan menangkap setiap peluang dari pedati ekonomi global saat ini.

Munculnya kelas ekonomi menengah baru dan masuknya Indonesia menjadi anggota G20 dan semakin kuatnya pengaruh Indonesia di kawasan memberi bukti bahwa Indonesia semakin baik. 

Persoalan kita adalah jurang antara kelas menengah ke atas dengan kelas bawah terlalulebar.  Tidak adil distribusi sumber daya alam dan ekonomi antar warga.
Diperlukan kepemimpinan yang lebih berpihak dan lebih cepat dalam mengambil keputusan. Saat ini kita harus bangun dari tidur untuk bias menangkap peluang siapa yang cepat itu yang lebih baik.

Pernah saya bertanya kepada warga saya, “saat pemilihan Kepala Desa kenapa kau memilih dia ? Jawabnya,” saya pilih dia karena dia lemah, agar nanti Kepala Desa tidak seenaknya memerintah dan suruh membayar pajak macammacam………
Jawaban yang saya dapat ini tidak membuat saya optimis akan kuatnya kepemimpinan di Desa. Rakyat rela memilih yang lemah agar tidak memberatkan dalam kepemimpinannya.

Jokowi tidak lemah, hanya rakyat melihatnya lemah lembut. Mungkin disinilah letak kekuatan, sehingga terpilih bersama dengan Jusuf Kalla. Kelembutan itulah juga agar rakyat tidak diberatkan dengan berbagai tambahan Pajak dan menarik subsidi. Termasuk memberatkan dengan kenaikan BBM.

Pandangan saya, semoga distribusi sumber daya alam dan ekonomi semakin berpihak ke bawah. Dari kebijakan presiden, baru kita. Agar tercipta keadilan ekonomi dalam masyarakat. Ambil dari kalangan atas untuk kepentingan ekonomi kelas bawah. Demikian juga daerah agar dapat disempitkan perbedaannya Daerah Kaya dan Daerah Miskin. Agar pembiayaan daerah lebih adil.

Masyarakat lokal banyak berharap terhadap APBD di daerah. Dana daerah memang mencukupi dan bahkan lebih karena APBDnya triliunan rupiah. Tapi ada juga daerah yang APBDnya hanya cukup untuk menggaji PNS. Daerah seperti ini tidak banyak yang bias dilakukan.

Seperti halnya 6 kabupaten di Sulbar, jumlah APBDnya tergolong kelas kecil. Potensi sumber daya alam kita belum member kontribusi terhadap pendapatan. Karena itu diperlukan kepemimpinan yang lebih kuat dan komitmen. Lerelerekan adalah wilayah yang telah produktif. Sayangnya tidak diketahui sejauhmana perjuangan untuk mendapatkan provite share.

Kepemimpinan yang lebih friendly dan lebih bergaul dengan semua kalangan, serta memiliki komitmen yang kuat tidak cepat berubah-ubah. Sangat dibutuhkan hadir di tengah kita. Saya meyakini bahwa era baru kepemimpinan Indonesia akan membawa perubahan serta akan berpengaruh dengan gaya kepemimpinan lokal pada akhirnya. Era protokoler dan pengamanan yang ketat bagi gaya kepemimpinan akan ditinggalkan di masa datang.
Dr.suhardi duka