Social Icons

Sabtu, 21 November 2015

DEMOKRAT PREDIKSI HABSI - IWAN AKAN MENANG MUDAH DI PILKADA MAMUJU 2015



DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat Sangat Optimis pasangan Calon Bupati No Urut 3  H. Habsi Wahid - Irwan Pababari menang dalam Pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2015, Pasangan ini diyakini dapat mewakili konfigurasi Pemilih di Kabupaten Mamuju. Survey yang dirilis pada bulan Oktober 2015 membuktikan Habsi - Iwan memimpin dengan torehan 50 % lebih dari jumlah responden yang dijadikan sample dalam Survey yang digelar dari bulan September - Oktober 2015.

Ternyata tidak cuma lembaga survei menjagokan Calon No Urut 3 Pa Habsi Wahid - Pa Irwan Pababari  dengan tagline Lanjutkan Pembangunan  akan menang  di Pilkada Mamuju 9 Desember 2015, Pa SDK  Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat pun dalam pernyataan Pers disuatu kesempatan baru-baru ini di Mamuju mengungkapkan keyakinannya bahwa "  Insya Allah Pa Habsi - Iwan Pababari akan memenangi Pilkada Mamuju 2015, Survey yang dirilis pada bulan Oktober 2015 , mengungkapkan bahwa Lebih dari 50 % responden menjagokan Habsi - Iwan , kemudian ditunjang lagi dengan kampanye yang kami lakukan secara masif dan terorganisir dengan baik beberapa hari belakangan bersama teman-teman Koalisi para Ketua DPC Partai Pendukung  dan   Tokoh Sentral dari Mamuju Pa Almalik dan Pa Aruchul Thahir , tentu  akan semakin meningkatkan popularitas dan Elektabilitas Habsi - Iwan yang pada akhirnya bermuara pada kemenangan "  Ujar Pa SDK Optimis.




Pada bagian lain Politisi Partai Demokrat Pa Djamruddin  mengungkapkan  bahwa " Sebagaimana diketahui  Tim Koalisi Pemenangan Pasangan No. Urut 3 Pa Habsi - Iwan telah menyelenggarakan kampanye terbatas sejak tanggal 19 Nopember 2015 Star dari Kecamatan Tommo dengan menampilkan Jurkam  Andalan Bapak DR. H. Suhardi Duka, MM, Ketua DPRD Mamuju 2005, Bupati Mamuju Priode 2005 - 2015, Bpk. H. Almalik Pababari, Mantan Ketua DPRD Mamuju, Bupati Mamuju Priode 2000 - 2005, dan Bapak Aruchul Thahir Tokoh Masyarakat Sulawesi Barat, Ketiganya adalah Mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mamuju, Partai yang sepanjang sejarah Mamuju selalau menjadi Pemenang baik di Pemilu maupun Pilbup Mamuju ( Kecuali tahun 2014 yang baru lalu ) ketika Partai Demokrat mengambil alih kemenangan itu dengan menempatkan 10 Orang Wakilnya di DPRD Kabupaten Mamuju 2014 - 2019. Dengan kehadiran 3 Jurkam andalan yang memiliki karisma, memiliki power, simpatisan dan loyalis yang tak terbilang junlahnya dan berada bersama pasangan Habsi - Iwan dipastikan akan menambah pundi - pundi suara yang signifikan untuk memenangkan Pasangan No Urut 3 di Pilkada Mamuju " jelasnya tanpa ragu.

Habsi - Iwan , yang diusung dan didukung oleh Partai Hanura, PKS , PBB dan Partai Demokrat memiliki hampir separuh Anggota DPRD di Kabupaten Mamuju dengan begitu kemenangan Paslon Habsi - Iwan akan membuat Sinergi antara Eksekutif dan Legeslatif akan harmonis seiring dan sejalan  hal ini  menguntungkan bagi kelanjutan Pembangunan di Kabupaten Mamuju kelak, Untuk itu Paslon No Urut 3 harus menang dan dimenangkan  " Kata Pa Djamruddin seorang Pengamat dan Politisi Partai Demokrat  di Mamuju (  20/11/2015 ).

" Kami Prediksi Pasangan Habsi - Iwan akan meraup suara dari Kecamatan Mamuju, Singkep dan Tapalang serta Kalukku, akan tetapi pada Wilayah tertentu akan terjadi pertarungan yang ketat dengan para Kompetitor lainnya, tapi jangan lantas lengah karena kompetitor juga terus berupaya untuk menang " Kata Pa Djamruddin mengakhiri bincang dengan WWS ***



Selasa, 03 November 2015

MUSDA III DEMOKRAT SULBAR SDK AKAN MENANG AKLAMASI

OPINI SINGKAT  : MUHAMMAD NUR INNO ( OKT ).


Foto Facebook

Dari hasil pengamatan secara saksama dilapang kami memprediksi DR. H. SUHARDI DUKA,MM ( SDK ) akan menang Aklamasi untuk kembali menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat Priode 2015 - 2020 pada Musyawarah Daerah III Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 - 24 November 2015, di Hotel D'Maleo Mamuju.

Kami dan kawan-kawan dari internal maupun pengamat eksternal  DPD Partai Demokrat berpendapat sampai saat ini belum ada Tokoh di Demokrat yang memiliki kemampuan sekaliber Bupati Mamuju priode 2005-2010 dan 2010 - 2015 yang telah berakhir masa jabatannya pada bulan Oktober yang baru lalu. Dalam Musda III nanti tidak akan ada Calon  lain yang akan maju untuk memberi jalan kepada Pa SDK untuk kembali memimpin DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat.

Prediksi kami dalam pemandangan Umum nanti para Pemilik suara akan sepakat menentukan pilihannya kepada Pa SDK tanpa reserve, soal Pemilihan Ketua itu sudah harga mati kemungkinan yang masih akan dibahas di Panitia Pengarah ( Stering Comite ) adalah Pembentukan Komisi, tata tertib dan  Pertanggung Jawaban Pengurus DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat priode sebelumnya.

Dalam arena Musda  III yang akan berlangsung selama dua hari dapat dipastikan bahwa DR. H. Suhardi Duka, MM akan terpilih secara aklamasi, seperti yang terjadi pada Pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat di Kongres Partai Demokrat Surabaya Mei 2015 yang lalu, dimana Pa SBY tanpa mengalami hambatan terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Sebagai penulis kami meyakini bahwa dalam Musda III DPD Demokrat Sulawesi Barat kali ini tidak akan bernasib sama dengan beberapa Partai lainnya yang mengalami Dead Lock dalam Musda karena menurut kami Partai Demokrat Sulawesi Barat sangat Solid dibawa Kepemimpinan Pa SDK.

Akhirnya kami UCAPKAN SELAMAT BERMUSYAWARAH SUKSES MENYETAI KITA SEMUA " ***

Sabtu, 31 Oktober 2015

MELEMAHNYA KEKUATAN RAKYAT DI ERA JOKOWI

OLEH : DR. H. SUHARDI DUKA


Foto Facebook

Dibanding dengan era sebelumnya, nilai Tukar Politik rakyat begitu kuat termasuk tekanan kepada Pemerintah dan legislatif. Terbukti UU tentang pilkada tidak langsung yang telah disahakan Oleh DPR RI akhirnya berakhir dgn keluar nya perpu Nomor 1 tentang pilkada langsung akibat tekanan rakyat yang begitu kuat kepada SBY. Demikian juga rencana pembangunan kantor DPR RI, yang telah dialokasikan anggarannya juga mentok akibat tekanan rakyat kepada parlemen.

Bukan Hanya itu  beberapa kali rencana revisi UU KPK, yang di motori beberapa Fraksi di Dewan jugaselalu gagal akibat kuat dan berartinya suara rakyat saat itu. Kepekaan Pemerintah  terhadap setiap gejolak dan aspirasi yang terbangun begitu nyata, termasuk upaya penyelesaian konplik antar hubungan KPK dan lembaga lain, termasuk memanasnya hubungan KPK dgn Polri saat itu.

Satu tahun sudah Pemerintahan Jokowi Jk. Tren penurunan kepuasan rakyat atas kinerja Pemerintah utamanya president dan wakil president nampak sesuai survey, pada bulan  maret Oktober tentang kepuasan Hanya 47 % dan Oktober turun lagi menjadi 45 % (poltracking) sedang indobarometer  maret 57 % dan Oktober 46 % demikian juga wakil president  44 % maret dan 42 % Oktober sedang indobarometer 53 % dan 42 %.

Kondisi tersebut menggambarkan sesungguhnya rakyat tidak puas atas kinerja pemerintahan saat ini. Walaupun dalam kondisi tidak puas tapi rakyat diam dan rela memberikan dukungan kepada Pemerintah  dengan harapan Akan ada perhaikan di tahun kedua. Saya pun percaya bahwa di tahun kedua president Jokowi Jk Akan Lebih fokus memperbaiki kondisi ekonomi negara saat ini. Peran wakil president yang telah pengalaman mengatasi pelemahan ekonomi global sebaiknya sedikit diberi peran. Jk adalah seorang yang sangat piwai dalam pengololaan ekonomi tidak justru dikurangi gerak dan perannya, Serta dilemahkan dengan perlawanan beberapa menteri yang nota bene menteri yang tidak jelas track rekordnya.

Sebaiknya Disadari bahwa rakyat tidak Hanya memberi dukungan tapi ada Asa yang di harapkan., pemerintahan Jokowi harus Lebih fokus untuk memberi balas jasa kepada rakyat yang tetap setia menyokong dia, denga langkah yang Lebih nyata untuk menolong rakyat keluar dari masalah nya.

Melemah ya harga sawit dan karet Serta beberapa komoditas pertanian ditengah  menguatnya Dollar, perlu ada kebijakan yang yang Lebih memihak dan dipastikan dapat dilaksanakan dengan baik. Salah satu packet kebijakan ekonomi 1-5 sudah Lebih baik tapi
Rakyat Ingin  mendapatkan bonus atas kesetiaannya memberi dukungan kepada Pemerintah saat ini, Kartu Indonesia sehat dan kartu Indonesia pintar sesungguhnya kebijakan itu sudah lama bergulir dihampir setiap daerah. Yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah kebijakan yang Lebih memberi harapan Akan kepastian masa depan utamanya dibidang landeform. Subsidi hasil pertanian dan pupuk Serta infrastrusktu yang Lebih berpihak.

Pembinaan umkm Sebagai penggerak ekonomi perkotaan sebaiknya diberikan pembiayaan yg Lebih lunak, Demikianpun target pajak kepada usaha menengah sebaiknya di beri incentive utamanya usaha yg memperkerjakan banyak org.  Dukungan rakyat terhadap Pemerintah Jokowi di yakini Akan tetap ber lanjut bila Hal ini menjadi perhatian yg cukup serius. Tapi bila tidak maka rakyat Akan kecewa dan sulit kembali dipulihkan kepercayaan  nya. Dan salah satu indikator yg Akan terus Pak Jokowi mendapatkan kepercayaan publik adalah bagaimana menyikapi Partai pendukungnya dalam upaya pemberantasan korupsi dengan penguatan lembaga2 penegak hukum termasuk KPK.

Merivisi UU adalah sesuatu yang biasa, tapi merevisi UU KPK dengan tujuan tertentu di pahami Sebagai sesuatu yang di pandang belum perlu mengingat peran KPK dan kepercayaan lembaga ini terhadap publik begitu besar. Masalahnya memang SBY membuat KPK Sebagai pisau yang tacam kemudian menusuk dirinya sendiri.  Dan saya Kira PDI P tidak Ingin seperti nasibnya partai Demokrat.
Yang diperlukan Bagi KPK adalah integritas pemimpin nya, tidak ambisi dan tidak diperalat partai lain dengan janji Akan menjadi sesuatu. Akibat nya KPK menjadi sesuatu yang liar Pimpinan KPK sebaiknya sebelum menjabat harus membuat pernyataan bahwa tidak bersedia dicalonkan Jadi President atau wakil president.
Sebelum masatugasnya di KPK berakhir.

Silk air,   10 okt. 2015.


           SDK.

Jumat, 23 Oktober 2015

KEPERCAYAAN DIRI, REALISTIS KENDALI AMBISI

 Oleh : DR. H. SUHARDI DUKA, MM

Oleh John Whitmore menukilkan kalimat bijak. Katanya, pengetahuan adalah kekuatan dari sudut pandang pemahaman diri sendiri. Ia pun menyatakan: "Apa yang membuat aku sadar memberdayakan diri ku, dan apa yang membuat aku tidak sadar mengendalikan aku".

Sesungguhnya, kepercayaan diri itu penting. Tapi harus selalu realistis dalam menilai setiap fakta. Kepercayaan diri akan selalu berhubungan dengan ambisi. Disebabkan kondisi psikologis ini sangat terkait dalam diri manusia.

Orang yang cerdas akan selalu mengukur kepercayaan dirinya dengan realitas keilmuan yang dapat dijadikan standar teoritis untuk menilai setiap keputusan.

Umpama Arema Malang yang hendak melawan Manchester United (MU). Klub sepakbola Arema Malang memang perlu percaya diri, tapi harus terukur dan tidak perlu ambisi untuk mengalahkan lawan sekaliber MU. Sebab jika berambisi untuk mengalahkannya maka kontrol permainan akan menjadi sulit terkendali. Akibatnya justru kesempatan bagi MU untuk mempecundangi lawan sampai 10 nol. Inilah bukti betapa diperlukan kesadaran terhadap siapa yang mengendalikan kondisi psikologis kita.

***

Banyak pemimpin dalam pengambilan keputusan tidak independen. Bahkan justru tidak dalam kendali kesadarannya. Akibatnya menjadi pribadi yang tidak jelas bahkan gampang dipengaruhi oleh kepentingan lain. Kita akan menemukan karakter kepemimpinan yang tidak konsisten, cepat berubah. Kata sepadan dari itu adalah pemimpin yang lain wujud pagi hari, lain pula di sore hari.

Coba perhatikan rumus teori kesadaran diri ala Bennis. Menurutnya, kesadaran diri sama dengan pengetahuan diri. Sama dengan kepemilikan diri, sama dengan kendali diri, dan sama dengan ekspresi diri.

Kesadaran diri akan menciptakan peluang mendapatkan pengetahuan diri (is'al). Dan saat itu akan memperbesar percaya diri dan keyakinan diri. Selanjutnya, kita mampu mengendalikan diri sendiri tanpa tergantung pada orang lain. Maka di sinilah akan muncul independensi dalam pengambilan keputusan sebagai bentuk kesadaran emosional. Sekaligus jati diri kita yang strong sebagai seorang leadership.

Berani dengan kuat berbeda bila dipersonifikasi pada pemimpin. Berani bisa bermakna ambisius. Berani juga dapat mengabaikan norma literasi. Sebaliknya, strong adalah kharisma terhadap suatu keputusan yang dibuat. Apakah akan bertahan dengan berbagai goncangan dan ancaman, ataukah bakal berubah saat petang itu tiba. Pemimpin yang strong, bila telah mengambil keputusan maka menjadi harga diri dan akan kuat bertahan dengan keputusannya. Sehingga akan memperbesar ekspressi dirinya sebagai pemimpin.

Olehnya itu, kekuatan diri sangat penting bagi manager ataupun pemimpin, untuk bisa mewujudkan program, ataupun misinya. Lihat saja, banyak pemimpin justru meninggalkan visi misinya setelah terpilih. Karena ia adalah pribadi yang tidak realistis dan tidak mampu melakukan kendali diri.

Salah satu cirinya adalah menuding orang lain sebagai pihak yang salah. Sementara yang benar, hanya dirinya sendiri. Menjanjikan perubahan yang tidak mendasar, asal beda dan tidak menyadari secara realistis bahwa hal itu jauh dengan keinginan publik dan calon pemilih.

Terakhir, mengenal pemimpin bagi publik itu penting agar nantinya dapat menilai karakter dan ambisi seorang pemimpin, yang pada akhirnya akan menjadi dasar untuk memilih. (Sdk)

Kritik dan saran: sdk.suhardi@gmail.com

Sabtu, 10 Oktober 2015

KULIAH UMUM DAN LEADERSHIP FRANDLY DALAM EFISODE SEMOGA MENJADI KENANGAN

OLEH : DR. H. SUHARDI DUKA, MM

Foto Facebook.

Saya selalu mendorong pejabat dan staf agar mampu meningkatkan kualitas dirinya, kelemahan utama birokrasi adalah kualitas dalam  biding pekerjaan secara professional, lambat dalam mengikuti perkembangan aturan dan teknologi Serta suka bekerja rutunitas setiap hari, kurang inovasi dan tanggung jawab. Melalui kuliah Umum saya dapat mentranfer ilmu yang saya miliki maupun pengetahuan baru yang saya dapat dari kuliah, ataupun kursus

Untuk Hal itulah saya di dalam setiap kesempatan sering saya memberikan kuliah Umum,  pegawai baik yang menyangkut kebijakan nasional, maupun biding ilmu tertentu untuk dapat menambah referensi pejabat dan staf.

Di akui bahwa selama 10 tahun, mamuju mampu mencapai prestasi yang baik karena kerja keras semua pihak, mamuju adalah daerah tertinggal, tapi tahun 2013 resmi dinyatakan daerah ini  keluar Sebagai daerah tertinggal dan dinyatakan dbg daerah yg cukup maju. Maju dalam arti apa ?,,,,,,,,
Indikator ekonomi makro kab. Mamuju saat ini telah melampaui nasional, mamuju tdk lagi menjadi beban, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan dan pengangguran jauh Lebih baik dari rata2 nasional.

Pengalaman saya  10 tahun tetap menjaga hubungan formal dan pertemanan dengan pejabat dilingkup Pemda baik esalon 2 maupun esalon 3 dan staf.   Kepemimpinan yang frandly sangat kuat membangun kebersamaan dan loyalitas, selama menjabat saya tidak pernah memaksa orang  loyal kepada saya tapi kalau ada yang loyal itu karena saya selalu membangun pertemanan selama ini.

Dengan pertemanan banyak Hal bisa di cegah selain fungsi Auditor di pemkab mamuju selama ini saya nilai efektif, karena tidak ada laporan yang masuk ke saya baik melalu Surat, call center, SMS   yang tidak di tindak lanjuti.  Dengan demikian hampir setiap penyimpangan dapat terlebih Dahulu dipernaiki secara internal kemudian diketahui Pengawas external, kami memilliki kekuatan diteksi dini dalam mengatasi masalah hukum di birokrasi mamuju.
Sering ada yang membanding kenapa pejabat mamuju selamat, yah itu kuncinya pejabat Auditor kami cukup ber fungsi dan dengan kepemimpinan yang Frandly saya dapat Lebih dalam menasehati pejabat dalam batasan hukum.

Dimata hukum tidak ada yang istimewa semua sama dalam penerapan hukum apalagi tindak pidana korupsi, kalau Ingin selamat Lebih  baik lakukan  pencegahan kalau linkungan mu tidak mendukung, maka Anda harus bertahan dan kalau Anda tidak mampu bertahan maka lebih baik pindah dari pada Anda terikut dengan kecelakaan yang lain.

Banyak pejabat lupa batasan, karena juga melihat linkungan yg setara justru melampaui batas Etika. Hal ini perlu di kontrol agar tetap ada keseimbangan dan keharmonisan linkungan kerja, bila dibiarkan maka Akan menjadi indikator penyimpangan.

Akhirnya saya ucapan terima kasih kepada masyarakat mamuju, yg telah melepas saya di hari minggu dlm bentuk pesta rakyat di anjungan dan car free day.  Sungguh suatu kehormatan Bagi saya dengan segala do'a dan support nya untuk mendorong saya agar melanjutkan karier Politik, pidato senior saya Uwe' Malik Sungguh membuka dan menjadi Etika Politik baru di mamuju, yg bisa menjadi contoh Bagi adik2 generasi berikut.
I love mamuju, lanjutkan pembangunan dan perjuangan.



Mamuju,  4 okt. 2015


             SDK.

Selasa, 29 September 2015

OBAT MUJARAB HILANGKAN BAU BADAN DAN BAU MULUT SELAMANYA





Foto : www.kulitinta.com


Bau Badan dan Bau Mulut, Kondisi  ini tidak membahayakan kelangsungan hidup manusia, walau begitu sangat berpengaruh dalam pergaulan sosial ditengah-tengah masyarakat, baik dalam menjalani aktifitas dalam pekerjaan , maupun dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

Biasanya Kondisi ini disebabkan oleh berbagai hal dalam kebiasaan hidup seseorang, kebiasaan makan atau minum, kebiasaan memelihara dan  menjaga kebersihan tubuh itu sendiri, untuk membuat Bau Badan dan Bau mulut hilang dalam waktu tertentu bisa dengan cara menggunakan minyak wangi, Farfum  deodorant atau semacamnya, tapi hal ini tak akan bertahan lama karena memerlukan tindakan rutin, maintenance secara tetap  tanpa boleh terlupakan dan tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Namun demikian bagi  pembaca yang budiman  tak perlu khawatir karena ada cara yang mudah dan juga murah, untuk menghilangkan bau mulut dan juga bau badan. Dikutip dari VIVA.co.id ( Kesehatan, Lifestyle, Tips ) Caranya adalah dengan membuat minuman alami, yang harus Anda konsumsi di pagi hari,  karena dapat membantu melawan bau yang tidak menyenangkan karena berkeringat dan bau mulut. 

Denbgan Mengkonsumsi minuman ini kita tidak lagi perlu khawatir, jika orang-orang yang dekat dengan Anda merasa bau.

Adapun Bahan-bahan yang harus Disiapkan  adalah: dua buah apel, satu ruas jahe, lima lembar daun kubis segar, perasan jus dari satu lemon, dan satu ikat peterseli.

Cara mempersiapkannya: Tempatkan bahan dalam blender setelah mencuci mereka. Hancurkan hingga membentuk jus. Tuangkan jus dalam gelas dan meminumnya sebelum sarapan. Konsumsi jus segar ini setiap hari, agar badan Anda tetapi wangi dan mulut tidak berbau lagi.*****

Sumber : VIVA.co.id 

Kamis, 24 September 2015

REFORMASI BIROKRASI DAN HATRICK WTP 3 TAHUN DALAM EFISODE SEMOGA MENJADI KENANGAN





Membina dan mengankat pegawai adalah suatu pekerjaan yang tidak mudah banyak kepentingan dan pengaruh yang bermain. Utamanya dalam menerima pegawai sering di barengi dengan pungli dan korupsi.

Demikian juga dalam upaya menjadikan pegawai agar disiplin Serta professional tidaklah mudah, kerja sama dengan kodim/TNI adalah alternatif yang tidak professional tapi saat itu tidak ada pilihan yang ada di depan saya. Maka tahun 2007 Pemda MOU dengan kodim untuk peningkatan disiplin pegawai.

Memaksa pejabat esalon 2 dan 3 memahami perencanaan yang dibuat juga adalah cara saya untuk menanamkan tanggung jawab pada pejabat terhadap apa yang di kerjakan dan direncanakannya sendiri. Sering saya katakan pahami kondisi saat ini dan kenali linkungan strategismu kemudian tetapikan tujuan baik Jangka pendek maupun Jangka panjang dan menengah. Serta buat program untuk mencapai nya, demikian Hal aederhana selalu saya sampaikan saat2 Awal jabatan saya.

Kalau APBD kabupaten mamuju walaupun Kecil tapi dapat mendorong pertumbuhan Serta mampu menurunkan angka kemiskinan Serta ada nampak yang di lihat setiap tahun,  itu karena kemampuan perencanaan dan program yang tetap fokus pada upaya pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan. Kami tidak pernah boros tapi selalu fokus Dalam mengatasi masalah dasar di mamuju. Setiap skpd harus ekspose di depan saya dan pimpinan setiap tahun sebelum menetapkan Anggaran di APBD. Setiap program yang tidak fokus dan boros pasti saya cat ( potong ).

Saat ini pegawai kabupaten mamuju tidak terbiasa boros, dan bahkan nilai kejujuran mulai nampak di beberapa skpd. Banyak pejabat dan pegawai pemkab. Mamuju mengembalikan hari Lebih SPPD, mengembalikan Anggaran Bahan pakai habis, dan sisa Anggaran lainnya yang tidak terpakai bukan lagi zamannya mencari per tanggung jawaban fiktif.

WTP tiga tahun berturut-turut bukanlah perkara mudah, apalagi saat memulianya diperlukan jiwa besar dan komitmen yang kuat untuk hal itu. Tahun 2012 kita capai, maju 1 tahun dari target RPJMD.  Tahun pertama dan kedua Mamuju dapat Hadiah 4 mil year dan tahun ketiga kali nya WTP dapat hadian 25 Milyar.  Kita syukuri karena saya bisa menitip dan menambah APBD 25 M tahun 2016.

 Untuk Hal itu saya merasa perlu untuk menitipkan pada bupati terpilih nantinya agar menjaga WTP tetap disandang Oleh kabupaten Mamuju tahun2 berikutnya.


Sapota,   19 sept. 2015



          SDK.

Kamis, 17 September 2015

STADION DAN RUMAH SAKIT ( DALAM EFISODE SEMOGA MENJADI KENANGAN )

OLEH : DR. H. SUHARDI DUKA, MM



Idealnya, antara sarana olah raga dan sarana kesehatan keduanya haruslah saling menunjang. Sebab bila sarana olah raga baik, maka masyarakat dapat berolahraga dan menjaga kesehatannya. Sebaliknya, jika masyarakat tidak berolahraga maka ada banyak ragam penyakit datang bermunculan silih berganti.

Membangun stadion sejak dahulu menjadi impian masyarakat Mamuju. Namun setiap saat selalu mengalami kendala. Utamanya lokasi dan tanah pembangunan stadion tersebut. 

Di Tahun 2007 saya lakukan pendekatan yang intensif. Akhirnya persoalan tanah dapat terselesaikan dengan baik. Hingga di tahun berikutnya kita mulai pembangunan stadion tesebut. Dan kini, jadilah stadion Manakarra menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Mamuju.

Demikian halnya dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Sebelumnya tampak kumuh dan tidak lebih menyerupai puskesmas. Kini, keberadaan RSUD telah berdiri megah 2 lantai. Di dalamnya tersedia memilliki 120 kamar tidur. Soal anggaranya, 90 persen bersumber dari dana tugas pembantuan dari Kementerian Kesehatan.

Saat saya masuk jadi bupati, Dokter ahli yang bertugas di rumah sakit Umum hanya satu orang. Yaitu Dokter ahli Penyakit Dalam. Dari sisi pelayanan sangat mengecewakan masyarakat. Bahkan cenderung ditolak akibat pelayanannya yang tak memuaskan. 

Dengan kewenangan sebagai Bupati, saya memanggil Dokter yang bersangkutan untuk mencari rumah sakit yang lain saja. Saat itulah rumah Sakit Umum Mamuju tidak punya dokter ahli. Ini pulalah yang menjadi embrio pemikiran untuk bergerak memintal kembali jejaring kampus di Universitas Hasanuddin Makassar. Saya pun kemudian menemui sejumlah petinggi di fakultas kedokteran UNHAS untuk meminta dokter ahli agar ditugaskan di Mamuju.

Dari beberapa dokter yang saya temui, mereka menyarankan agar pengusaha didorong untuk berinvestasi membangun  rumah sakit swasta. Rumus maupun kalkulasinya sederhana, jika terdapat rumah sakit swasta, maka dokter ahli akan terdorong untuk bertugas di Mamuju.

Saat itu saya segera mendorong rekan-rekan pengusaha untuk membangun rumah sakit swasta. Tapi oleh pengusaha justeru menilai Mamuju belum layak untuk dibangun rumah sakit swasta. Karena saya butuh Dokter Ahli, akhirnya saya mulai mencoba membangun klinik swasta untuk memancing para dokter ahli berminat pindah tugas ke Mamuju. Itu jugalah yang menjadi cikal bakal yang mendorong berdirinya Rumah Sakit Mitra Manakarra.

Wal Hasil, saat ini rumah sakit Umum Mamuju telah memilliki dokter ahli 10 orang dengan 8 keahlian. Operasi berskala besar juga telah dapat dilakukan di Mamuju. Artinya tidak mesti lagi dirujuk ke maksssar. Maka sejak tahun 2006 Rumah Sakit Umum Mamuju, telah digratiskan pembiayaannya bagi warga miskin dan tidak mampu.

Selanjutnya, di tahun 2014 diberlakukan program BPJS bagi masyarakat Mamuju yang miskin. Sekaligus mendapat subsidi dari pemkab Mamuju. Bukan hanya itu saja, bagi yang tidak memilliki kartu BPJS, tapi tidak mampu, juga dilayani dan mendapat subsidi dari pemkab, melalui Dinas Sosial.

Lalu bagaimana dengan hari ini? Disadari, keluhan masyarakat dalam layanan masih ada. Tapi tidak seperti diawal. Sebab jumlahnya pun terus berkurang. Sementara untuk mencapai titik sempurna tentu tidak mungkin. Namanya juga rumah Sakit Pemerintah! (Sdk)

Kritik dan saran:

BAZ DAN PENDIDIKAN GRATIS ( DALAM EFISODE SEMOGA MENJADI KENANGAN )

OLEH : DR. H. SUHARDI DUKA, MM



Pendidikan dan keadilan ekonomi adalah sesuatu yang sangat fundamental  untuk itu menjamin masa depan generasi atau daerah maka ciptakan pendidikan yang merata dan hilangkan hambatan masyarakat untuk menadapatkan layanan pendidikan.
Tahun 2005 kebijakan pendidikan Indonesia masih berbayar Dana Bos belum diterapkan kecuali pada tingkat sekolah dasar SD. Belum ada Dana sertifikasi guru dan tun jangan kinerja.  Artinya kondisi pendidikan kita masih sulit Demikianpun kesejahteaan guru sangat minim. Sering untuk pengadaan kapur Saja di sekolah diminta partisipasi murid untuk keberlanjutan proses belajar mengajar.

Melihat kondisi itu tahun 2006 saya melounching Pendidikan gratis di mamuju, dengan mengalokasikan Anggaran yang cukup besar di sektor pendidikan, atau mensubsidi setiap anak untuk SMP Rp. 500.000,dan SMA/SMK Rp. 750.000 /siswa Jika sekiranya saya beri kartu tiap anak maka itulah yang disebut kartu Indonesia pintar (KIP) era Jokowi. Tapi saya tidak beri kartu yang saya lakukan adalah MOU dengan  kepala sekolah  untuk tidak memungut uang pada anak/siswa. Dengan kebijakan itu sekolah mulai rame angka putus sekolah dari SD ke SMP dan ke SMA mulai  menurun. Dengan methode ini Dana yang mengalir  kesekolah cukup besar, contoh SMA X dengan 1.000 siswa/siswi x Rp 750.000. = Rp.750.000.000 per tahun.
Demikian pun tahun /2008 saya mulai menetapkan tunjangan kinerja Bagi pegawai utamanya guru dan tenaga medis. Untuk guru SMA/SLTA Rp.600.000 perbulan angka ini cukup disyukuri Oleh para guru saat itu, dibanding dengan tunjangan kesra/berdiri Rp. 10.000/bulan.

Kebijakan sektor pendidikan tersebut menjadikan mamuju Sebagai salah satu rujukan dalam penetapan kebijakan pendidikan daerah yang berpihak, Demikianpun hasilnya dapat kita rasakan dengan mengukur angka prestasi anak pada setiap jenjang, apalagi di tambah dengan kebijakan khusus peningkatan prestasi anak yaitu bea siswa manakarra, khusus Bagi anak rangkin 1 sampai dengan 10 pada semua jenjang dan bea siswa Bagi anak unggul manakarra di perguruan tinggi negeri utama nya pada 9 jurusan.

Untuk kemudahan yang lain Pemda juga menyediakan sarana angkutan khusus anak sekolah BUS SEKOLAH untuk anak SMP dan SLTA gratis setiap hari pergi pulang khusus Bagi anak yang tidak mapu dan jauh dari sekolah.  Denga perubahan kebijakan itu hampir setiap malam rumah jabatan penuh kunjungan dari rakyat untuk menyampaikan rasa terimah kasih kepada Pemda atas layanan pendidikan kepada anaknya, selain itu pembangunan Sekolah baru secara masif terms dilakukan di tingkat kecamatan, khususnya SMP/SMA/SMK.

Selanjutnya saya Amati kondisi ekonomi rakyat, saya melihat ada ketimpangan ekonomi khususnya di kalangan umat Islam. Akhirnya saya mengajak teman2 partai yang berbasis Islam untuk menggarap peraturan daerah tentang Zakat bersama dengan para ulama.
Akhirnya kita mulai dan bentuk Badan Amil Zakat (BAZ tahun 2008.
Di Awal penerapan perda ini cukup mendapatkan tantangan akibat ke tidak percayaan masyarakat khususnya para pegawai terhadap pengololaan zakat. Tapi saya akui saat itu saya gunakan dengan cara yang sedikit memaksa dan ancaman Bagi pegawai yang tidak Bayar zakat Akan tidak naik pangkat (tangan besi istilah saya). Demikianpun BAZ saya awasi langsung dalam pengololaan Serta transfaransi dengan bekerja sama media untuk mengumumkan rekening keuangan berapa yang masuk dan di belanjakan kemana uang zakat itu, BAZ melakukan dengan transfaran dan membuka di publik terhadap penyaluran uang zakat itu. Kini alhamdulillah BAS telah dapat membantu sekian ribu orang miskin, sekian ratus rumah kumu dalam bentuk bedah rumah, orang jompo, orang sakit, antaran ambulance dan lain lain layanan yang dapat dibantu Oleh Badan Amil zakat kab. Mamuju, dan saat ini Badan Amil Zakat kab. Mamuju telah menjadi salah satu tempat study banding pengololaan zakat di di daerah.

Umat Islam senang zakat nya bisa ber manfaat dan orang miskin pun bersyukur dapat dibantu Oleh BAZ dalam setiap kesulitan, saya Hanya berharap Ridho dari Allah SWT. Amin.



Garuda,   31 agustus 2015


            SDK.

Selasa, 05 Mei 2015

PEMIMPIN YANG TIBA-TIBA

OLEH : Dr. H. SUHARDI DUKA, MM


Foto : Facebook

"Manajemen adalah melakukan dengan benar, kepemimpinan adalah melakukan hal yang benar," kata Peter Drucker.  Dari hasil riset Prof. Brian Morgan dari Cardifl Business School, membuktikan bahwa tidak ada yang konsisten dari daftar descriptor yang dapat mendefinisikan pemimpin yang luar biasa.

Pemimpin sukses ternyata sangat beragam. Ada yang eksentrik, konformis, bahkan peragu dan sangat santai. Ada juga yang sangat mempesona dan hangat. Sebaliknya, ada juga yang kaku, diam dan dingin.

Managemen dan kepemimpinan merupakan bidang yang sangat dinamis. Kehadiran Presiden JOKOWI dari jabatan Walikota ke Gubernur hingga jadi Presiden, adalah merupakan bukti dari tuntutan publik  saat ini. Dengan penampilan sederhana, lugu dan lurus, tidak amlmbisius serta "lepas" dari belenggu protokol dan seakan akan peduli akan mendapat simpati luar biasa. Bila berada di zaman revolusi era Soekarno, mungkin takkan dilirik orang. Karena pada era itu, dibutuhkan tipikal kepemimpinan yang strong, berapi api bisa membakar semangat massa untuk suatu proses revolusi.

Persoalannya, antara masa lalu dan saat ini, kemampuan media sangat berbeda. Saat ini terlalu banyak teknik dan cara untuk menciptakan citra seseorang. Sehingga yang tampak bukan aslinya. Kita bisa pidato di podium berapi-api tanpa membawa teks sampai 2 jam. Sepertinya kita kuasai benar masalah. Tapi sesungguhnya membaca teks dalam bentuk running teks yang berjalan di depan kita, itulah teknologi. Publik pun kagum seperti kaya ide dan kemampuan oratornya sangat tinggi. Tapi sesungguhnya satu kalimat pun ide aslinya tak ada. Sebab yang dibaca adalah teks yang dibuat oleh seorang staf ahli. Namun tak tampak akibat canggihnya teknologi.

Untuk itulah, kepemimpinan lokal yang sehari- hari dapat kita saksikan bersama  lebih asli dibanding dengan seseorang yang datang tiba-tiba dan di desain secara fenomenal oleh media, seperti di mata najwa.  Bila media berpihak, maka yg di tampilkan sisi baiknya secara terus-menerus. Bahkan didesain untuk terlihat baik dan peduli. Tapi bila sebaliknya, maka akan menampilkan sisi buruknya terus dan berulang ulang.

Lihatlah nasib pengadilan opini yang menimpa Angelina Sondakh, Nasaruddin, dan Anas urbaningrum. Baik gambar maupun beritanya di dua stasiun TV berita Metro dan TV One diputar berulang kali di setiap momen dan waktu siar yang padat pemirsa.  Dampaknya Partai Demokrat rontok pada pemilu 2014 lalu dan PD lebih memilih untuk tak mencalonkan Presiden pada pemilu tersebut.

Selanjutnya mari kita analisa secara benar kepemimpinan lokal saat ini. Mulai dari pemilihan kepala desa sampai pada pemilihan bupati di empat kabupaten di Sulbar.

Sebaiknya jangan hanya menganggap atau mengira-ngira, tapi justru ikuti betul perjalanan hidup, karier, dan kemampuan serta harapan yang dijanjikan oleh kandidat. Kalau hanya melihat luarnya saja maka dalam nya Anda takkan tahu. Demikian pun kalau hanya mengira bisa meleset dari perkiraan Anda. (Sdk)


Kritik dan saran:

sdk.suhardi@gmail.com

Selasa, 28 April 2015

NEGARA YANG BAHAGIA

OLEH : Dr. H. SUHARDI DUKA, MM

Foto Facebook

Jaringan solusi pembangunan berkelanjutan (SDSN) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah merilis peringkat negara paling bahagia di dunia.

Saat ini kita selalu mengukur kemajuan negara dengan standar ekonomi makro. Seperti pertumbuhan, PDRB, tingkat pengangguran, dan tingkat kemiskinan serta Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. Namun saat ini, variabel tersebut lebih berkembang, dikarenakan ukuran kesejahteraan bukan hanya indikator ekonomi. Tapi justru ukuran sosial juga menjadi variabel yang tak kalah pentingnya.
Dalam Laporan tersebut, adalah Swiss alias negeri jam tangan menjadi negara yang menempati peringkat pertama sebagai negara paling bahagia di dunia.

***
Kebahagiaan merupakan ukuran kemajuan yang lebih komprehensif. Karena selain indikator ekonomi dengan Tingkat pendapatan yang lebih dari cukup. Juga mengukur kemajuan sosial dan pemenuhan kebijakan publik.

Kebebasan sosial, dan rasa aman serta demokrasi masuk menjadi indikator dalam pemenuhan hak-hak sipil. Demikian halnya sejauh mana kemampuan Pemerintah dalam memberikan layanan publik yang adil dan cepat bagi rakyat akan mendorong rasa kepuasan publik sebagai warga negara yang mendapat layanan.

LAlu, apakah Indonesia telah menjadi salah satu negara yang bahagia di dunia?
Syukur, karena kita telah berada di peringkat 74. Artinya peringkat ini sudah lebih baik dari pada peringkat sepak bola dan korupsi. Tapi bila dibandingkan dengan Singapura, bangsa kita masih jauh. Karena Singapura berada pada peringkat ke-24, Uni Emirat Arab  berada di urutan ke-20 dan Qatar ke-28.

Negara yang rakyatnya bahagia, selain gambaran ekonomi yang mapan, juga sistem politik dan hukum berjalan seiring. Partai politik dan ormas berjalan mandiri. Tanpa intervensi Pemerintah, jauh dari bayang-bayang ketidakadilan. Apalagi pembekuan!

Negara demokrasi seperti Swiss, kebebasan persnya juga sangat terjaga dan terukur. Dalam pemberitaan, tak ada fitnah, melainkan fakta yang tak dapat disembunyikan.

Dengan PDRB per kapita masyarakat Swiss US$ 88.500, sikap masyarakatnya selalu menjaga kenetralannya dalam pergaulan dunia. Serta cenderung mengambil posisi Sang Juru Damai.
Untuk diketahui, Swiss Merdeka pada tanggal 1 Agustus 1291, dengan motto "unus pro umnibus, omnes pro uno" (Latin), satu untuk semua, semua untuk satu.

Untuk ukuran dunia, ukurannya Swiss hampir terpenuhi tapi bagaimana dengan kebahagiaan di akhirat?

Kalau Indonesia hanya menempati peringkat 74 kebahagiaan dunia, maka jangan pernah menyerah. Selain kita harus memperbaiki peringkat di atas, lebih penting untuk kebahagiaan akhirat kita harus menjadi negara nomor Wahid. Mengapa? karena kebahagiaan ahirat tidak sesulit ukuran dunia. Cukup perbaiki "Iman dan Taqwa", maka kita akan menjadi negara bahagia di akhirat.
Tapi kalau dunia kita sudah begini terus, di akhirat juga kita tak bahagia. Wa Naudzubillahi min dzalik. (sdk)..

Senin, 20 April 2015

PILKADA ANTARA RASIONAL DAN EMOSIONAL

OLEH : Dr. H. SUHARDI DUKA, MM


Foto : Nuzul ( Sekret Demokrat Sulbar )

Ada yang beranggapan bahwa pemilih itu  tidak rasional. Bahkan banyak yang emosional dan pragmatis dalam menentukan pilihannya.
Tapi sesungguhnya Anda tidak sadar bahwa justru tidak semua calon kepala daerah mampu berpikir rasional. Banyak di antara mereka justru emosional dan cara mengukurnya tidak cermat.

Ukuran bagi suksesnya seseorang dalam pemilukada tidaklah terlalu sulit. Hanya saja banyak di antara mereka tidak mau atau sengaja tidak mau menggunakan ukuran itu. 
Ukurannya adalah, pertama, citra diri seseorang di mata publik. Publik tidak akan memilih kalau tidak memiliki kemampuan. Kemampuan ini tentu untuk membawa daerah dan masyarakat ke arah kemajuan dan kesejahteraan. Perlu diingat bahwa tidak ada rakyat yang menginginkan kemunduran daerahnya. Tentu setiap warga selalu berharap agar daerahnya lebih cepat maju dan sejahtera. Dan sadar betul bahwa untuk mencapainya dibutuhkan kuatnya seseorang pemimpin.  

Citra diri bukan semata sesuatu yang kelihatan baik, tapi memang "pure" baik, jujur dan cerdas, tidak dibuat-buat seakan-akan, alias pencitraan.

Citra diri juga tidak bisa diciptakan dalam seminggu. Tapi citra diri yang sesungguhnya adalah sifat-sifat asli yang ada pada seseorang dalam interaksinya dengan publik. Tidak hanya melalui media tapi nyata dan langsung. 

Lihatlah perjalanan bangsa 3 tahun terakhir. Kita terkecoh dengan pencitraan yang dibuat media dan mengakibatkan seakan akan seseorang seperti malaikat. Tapi setelahnya bagaimana? Sejarah masih berjalan.

Kedua, strategi yang dimainkan. Strategi adalah cara dan langkah yang disusun secara rapi dan terencana untuk meyakinkan publik akan ke arah mana daerah akan dibawa. Serta memberi keyakinan kepada publik akan suatu harapan masa depan, minimal dalam 5 tahun ke depan. 

Menjanjikan, suatu masa depan harus sejajar dengan diri dan kemampuan seseorang pemimpin. Menjanjikan kemenangan seseorang petinju, di tengah orang yang bodinya terlalu kurus, baik penonton apalagi penjudi tidak akan berani bertaruh.

Untuk itu, garisnya sesungguhnya sangat linear antara citra dan harapan. Karena jika tumpang tindih, maka tingkat kepercayaannya akan kecil. Dan kalau demikian, maka kemenangannya pun akan jauh.

Ketiga, kekuatan sumber dayanya. Banyak orang beranggapan bahwa uang adalah kunci Pilkada. Saya tidak sependapat kalau uang dijadikan kunci dan penentu dalam Pilkada. Kalau Anda percaya silahkan hamburkan uang Anda dan nilai pemilih dengan uang. Kalau Anda berhadapan dengan orang yang strateginya baik, saya yakin uang Anda akan mengecewakan pada akhirnya.

Kekuatan sumber daya adalah instrumen penting dalam membangun strategi, termasuk Partai politik pendukung dalam satu tim atau koalisi. Dalam pemilukada, tidak bisa hanya mengandalkan satu kekuatan. Sebaiknya juga mampu membagi sumber daya agar bergerak efisien dan efektif mendapatkan dukungan.

Dalam mengelola Pilkada tidak berdiri sendiri. Akan tetapi sinergi antara citra diri, strategi dan sumber daya.

Ukuran yang baik adalah sejauh mana seseorang mengukur harapan dengan kemampuannya, sekaligus sumber dayanya. Kalau hanya harapan yang terlalu dikedepankan, akan membawa kita tidak rasional dalam menilai realitas politik.

Dalam seminggu ini banyak calon kepala desa datang meminta restu kepada saya, mereka memiliki harapan yang besar akan terpilih. Tapi saya tahu bahwa dia tidak akan terpilih. Dan setelah Kepala PMD memberi loporan ke saya terhadap hasil pemilihan, betul dia tidak terpilih. 

Ini artinya bahwa orang lain lebih tahu akan kemampuan dirinya daripada dia sendiri. Ini yang saya sebut sebagai kandidat emosional. Bukan kandidat rasional. (SDK)
Kritik dan saran: 


Email: sdk.suhardi@gmail.com

Senin, 13 April 2015

CALON KEPALA DAERAH DAN ELEKTABILITAS

Oleh : Dr. H. SUHARDI DUKA, MM

SDK ( foto : Sekretariat )

Jabatan Kepala Daerah, masih menjadi impian banyak orang. Salah satunya karena ditunjang oleh banyaknya fasilitas, berupa rumah jabatan, kendaraan dan dana operasional yang cukup tinggi serta kehormatan. Tapi apa mudah untuk menjadi kepala daerah?

Bagi yang mereka ditakdirkan, itu tidak sulit. Karena Tuhan sendiri yang mendesain untuk berada disana. Tapi bagi orang yang tidak ditakdirkan, alangkah sulit, melelahkan serta mengecewakan. Bahkan bisa membuat frustrasi. Pertanyaannya, mengapa? Karena memang ia tak ditakdirkan untuk jadi Gubernur atau Bupati.

Lalu bagaimana pula agar kita ditakdirkan untuk jadi kepala daerah? Tentu itu rahasia Tuhan. Selanjutnya, bagaimana agar kita bisa mengetahui rahasia Tuhan?

Begini, ada akal yang Tuhan berikan kepada manusia, selaku hambaNya. Kalau tidak masuk akal berarti dia tidak ditakdirkan. Sebagai amsal, jika seseorang yang elektabilitasnya hanya mencapai angka 7-9 persen, kemudian dicalonkan oleh Partai Politik tertentu atau independen, lalu kalah dalam Pilkada, itulah yang disebut takdir. Karena secara nalar sehat manusia, mana mungkin dapat menuai kemenangan yang hasil surveinya hanya 9 persen. 

Pada posisi survey atau elektabilitas seperti ini, akan lebih bijak jika tidak memaksakan diri menjadi calon kepala daerah. Karena jelas tidak akan terpilih. Sekali lagi, kita diberi akal oleh Tuhan untuk kita gunakan untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang tak masuk akal.

Amsal yang lain, seorang calon kepala desa kalah dalam pemilihan kepala desa. Setahun kemudian ada pemilihan kepala daerah. Kemudian dia pun memasang baliho dan tanda gambar yang menyatakan keseriusan akan maju sebagai kepala daerah. Apakah sebagai kosong satu atau kosong dua. 

Saya kira fakta ini dapat dikalkulasi dalam nalar politik anak kecil. Artinya, sedangkan pemilihan kepala Desa saja tidak terpilih, apalagi mau maju jadi kepala daerah.

Jadi, memahami ihwal ini, sesungguhnya banyak ukurannya. Seperti halnya salah salah satu bakal calon kapala daerah dari partai tertentu di daerah otonomi baru (DOB). Jelas sangat rasional dan masuk akal,  karena saat pemilihan legislatif yang lalu dia merupakan peraih suara terbanyak di wilayahnya. Tidak tertandingi dari caleg lain di partainya. 

Untuk yang satu ini, ukurannya jelas, basisnya jelas. Pengabdiannya pun jelas. Pemilih dekat dan terkait bukan hanya secara emosional saja. Tapi adanya keterikatan batin dan jasa serta pengabdian selama ini. Maka potensi terpilihnya jelas sangat tinggi.

Karena itu, bicara seputar pemilihan Kepala Daerah, jelas bukan untung-untungan. Atau justru menyandarkan pengaruh pada orang lain untuk bisa terpilih. Saya kira, itu keliru. Karena yang dipilih adalah orang, bukan pada pengaruh orang lain. Atau pun orang dekat dengan kita. Tapi didasarkan atas kemampuan dan integritas diri yang bersangkutan.

Menjadi kepala daerah memang tidak mudah. Karena disitu ada tanggung jawab yang harus dipenuhi untuk bisa melaksanakan amanah itu. Jadi jangan hanya dilihat enaknya saja. Tapi justru harus lebih jauh ke dalam, utamanya dalam membawa dan mewujudkan harapan orang banyak.

Jangan juga karena sudah menjabat sebagai anggota legislatif lalu dengan serta-merta menjadi kepala daerah. Belum tentu, walau disadari memang jalurnya sudah benar. Tapi berapa suaramu di legislatif, apakah cukup untuk dijadikan modal dalam pemilukada ?

Kesimpulannya, pemilu itu rasional. Olehnya itu harus pula rasional dalam mengambil keputusan. Agar tidak kecewa pada hasilnya akhirnya nanti. Jangan juga karena dorongan orang lain terus mengambil kesimpulan maju. Kajilah secara mendalam pada diri masing-masing tentang kemampuan dan harapan yang ingin diwujudkan. (Sdk)


Kritik dan saran:

Email: sdk.suhardi@gmail.com

Kamis, 09 April 2015

BUPATI MAMUJU LANTIK DIREKTUR DAN BADAN PENGAWAS PDAM TIRTA MANAKARRA MAMUJU

Laporan :  Muhammad Nur OKT


Foto Muhammad Nur

Bupati Mamuju Bapak DR.H.SUHARDI DUKA,MM, hari ini Rabu, 8 April 2015 resmi melantik dan mengambil sumpah Direktur PDAM- Tirta Manakarra Mamuju priode 2015 - 2019 dan Dewan Pengawas PDAM - Tirta Manakarra priode 2015 - 2018 dalam acara pelantikan yang digelar di Aula Lantai 3 ( tiga ) Kantor Bupati Mamuju .

Direktur dan Dewan Pengawas yang dilantik merupakan wajah lama yang telah berkiprah di PDAM - TM Priode sebelumnya. Adapun mereka yang dilantik Direktur Muh. Nur, SE dan tiga orang Dewan Pengawas masing - masing Drs. H. Sahmin Lihawa, MM sebagai Ketua , Muhammad Nur ( Sekretaris ) dan M. Adhan Kasim Anggota.

Bupati Mamuju dalam sambutannya mengungkapkan bahwa PDAM Tirta Manakarra Mamuju adalah PDAM terbaik di Indonesia untuk type A yang memiliki pelanggan dibawa 20.000 rumah tangga.




" PDM Mamuju adalah PDAM Terbaik di Indonesia, kalau pdam didaerah lain banyak yang merugi maka Pdam Tm Mamuju mampu mendapatkan keuntungan dan memberi kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah KabMamuju, PDAM Tirta Manakarra  7 ( tujuh )  tahun terakhir meraih predikat WTP ( Wajar tanpa pengecualian ) Pdam lebih dulu meraih WTP dibanding Pemda Kabupaten Mamuju. Tahun 2014 PDAM TM Mamuju telah memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat di Desa berupa pemasangan 1000 Sambungan baru, sebagai bentuk kepedulian pada masyarakat di Pedesaan " Kata Pa Bupati.

Perlu diketahui bahwa Penilaian Kinerja PDAM TM Mamuju yang dilakukan oleh Auditor Independen tahun buku 2014 berdasarkan kriteria yang ditetapkan Peraturan Mentri dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 sebesar 65,98 dalam kategori BAIK, sedang menurut  Badan Pengembangan System Penyediaan Air Minum ( BPPSPAM ) sebesar 3.42 dalam kategori " SEHAT ".dengan begitu dapat dikatakan bahwa kinerja seluruh unsur dalam pengelolaan PDAM TM Mamuju Direktur dan jajarannya, Badan Pengawas telah terjalin dengan baik dan bersinergi.


Kariyawan/Kariyawati PDAM-TM Mamuju hadiri Pelantikan 


Dalam bagian lain sambutannya Bupati Mamuju mengharapkan agar PDAM TM Mamuju terus meningkatkan pelayanan  kepada masyarakat pengguna Air Bersih , agar air PDAM yang diproduksi PDAM benar benar layak komsumsi  bebas dari bakteri,

Sementara itu Direktur PDAM TM Mamuju yang baru dilantik Muh. Nur, Se dalam keterangan persnya mengatakan akan memberi pelayanan prima dengan terus berupaya melakukan perbaikan disemua lini salahsatu diantaranya yang sedang berlangsung pelayanan satu atap. PDAM TM Mamuju tahun 2015 akan membangun  Instalasi Pengelolaan Air Tahaya Haya di Kota Mamuju berkapasitas 40 liter/ detik untuk menambah kapasitas terpasang sebelumnya sebesar 120 Liter/ detik, sehingga apa yang dirasakan selama ini  persediaan air untuk Kota Mamuju dapat teratasi dan masyarakat dapat menikmati pelayanan yang baik dari PDAM,

Acara Pelantikan Dewan Pengawas dan Direktur PDAM-TM Mamuju dihadiri Oleh Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Hj. St. Suraedah Suhardi, SE, M.Si , Wakil Bupati Mamuju  Bapak Ir. H. Bustamin Bausat, jajaran Kepala SKPD Pemda Kabupaten Mamuju dan sekitar 75 Orang tamu undangan lainnya. ***

Senin, 06 April 2015

DEMOKRASI KAUM PINGGIRAN

OLEH : Dr.H. SUHARDI DUKA, MM,

Foto Facebook

Suatu ketika, Saya pernah bertanya kepada salah seorang warga yang tinggal di desa tentang demokrasi.
Apa komentar mereka? Katanya Demokrasi itu Pemilihan umum; Demokrasi itu bebas berbicara; Demokrasi itu seperti pemilihan Kepala Desa; Demokrasi Juga dapat diartikan musyawarah untuk mufakat.


Jadi pemahaman tentang demokrasi rupanya sangat variatif. Tergantung pada cara pandang dan letak geografisnya.

Dalam pemahaman masyarakat tentang demokrasi, rupanya tak terpengaruh dengan terminologi ilmiah yang terbangun di kalangan kampus selama ini. Mereka lebih cenderung memaknainya dengan pandangan empirikal; yang dilihat setiap saat.


Banyak orang berpandangan bahwa demokrasi itu mahal. Bahkan dengan sistem demokrasi, untuk menjadi Kepala Desa saja saat ini mahal. Apalagi untuk menjadi kepala daerah.


Selebihnya, masyarakat merasa tidak memiliki tanggung jawab terhadap pilihannya. Artinya, siapa pun yang dipilih tidak menjadi tanggung jawabnya terhadap apa yang dihasilkan. Karena begitu banyak orang menjanjikan sesuatu, tapi tidak pernah ditepati setelah terpilih.


Akibatnya, masyarakat tidak selektif menentukan suatu pilihan. Sehingga, ukurannya menjadi berbeda; bukan lagi target jangka panjang yang dipentingkan. Melainkan sisi jangka pendek dan pragmatis. Siapa yang memberinya uang, dialah yang menjadi pilihan. Secara linear, kondisi ini diperparah dengan tingkat ekonomi masyarakat kita yang masih rendah dan tertinggal.

Situasi ini seharusnya tidak boleh dibiarkan berlangsung terus-menerus. Kita harus melakukan langkah perbaikan lebih terukur dan terarah. Saat era orde baru, demokrasi di desa dengan pemilihan langsung berjalan cukup sehat. Tidak ada sistem bayar-membayar. Tapi justru menghasilkan suara terbanyak. Namun setelah diterapkan model Pemilu dan Pilkada, uang menjadi salah satu instrumen penting demokrasi. Sehingga tak lagi murni seperti di desa saat orba.


Lalu, bagaimana pula dengan survey? Apakah dengan survey kita dapat memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia? Atau justru menjadikan dorongan untuk lebih memaksakan diri mendapatkan tingkat keterpilihan?


Dengan elektabilitas yang rendah acapkali mendorong seseorang untuk melakukan apa saja agar bisa menang dalam pemilu. Jadi, survey juga turut berkontribusi mendorong demokrasi untuk tidak menjadi lebih baik. Sebab survey tidak dimaknai dengan cara yang benar. Justru digunakan dengan cara yang salah.


Survey sesungguhnya digunakan untuk menganalisis. Dan ukuran diri untuk menakar elektabilitas tidak digunakan untuk memaksakan diri dengan menggunakan segala cara dalam pemilu.

Dengan demikian, untuk memperbaiki kehidupan politik dan demokrasi, kita harus melakukan langkah perbaikan melalui pendidikan politik rakyat, memperbaiki cara berdemokrasi di desa agar masyarakat ikut bertanggung jawab atas penggunaan haknya dalam memilih kepala desa.


Saat ini Pemilihan Desa serentak akan segera berjalan di beberapa kabupaten. Semarak pilkades dapat dirasakan dengan naiknya tensi politik di desa. Kita berharap agar Calon kepala desa dapat terseleksi dengan baik, dan memiliki orientasi untuk membangun desanya. Bukan hanya karena dorongan dana desa yang Rp.1 miliar itu.


Demikian juga masyarakat desa dalam menggunakan hak pilihnya harus paham betapa berartinya suara yang diberikan kepada seseorang yang akan memimpin desa selama 6 tahun. Bila salah memilih maka akan merasakan dampaknya selama 6 tahun pula.


Pengalaman pemilu yang lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Akan kemana Indonesia saat ini dan 4 tahun ke depan? Kita akan merasakan semua sebagai hasil pilihan kita. (SDK)

Kritik dan saran:
Email: sdk.suhardi@gmail.com

Kamis, 02 April 2015

PDAM-TM MAMUJU GELAR PELEPASAN PURNA BHAKTI

Laporan : Muhammad Nur OKT,

Foto : Muhammad Nur OKT

Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Manakarra Mamuju Selasa tanggal 31 Maret 2015, dengan mengambil tempat di Aula Pertemuan Kantor PDAM-TM  Kabupaten Mamuju  gelar acara pelepasan 2 (dua ) Orang Kariyawan yang telah memasuki masa Pensiun  masing-masing H. Abd. Hamid, SPDI, Jabatan terakhir di PDAM-TM Kabupaten Mamuju sebagai Kepala Seksi Langganan dan Pa Tanan TP jabatan terakhir Kepala Seksi Produksi.

Dalam kata sambutannya Direktur PDAM Tirta Manakarra Mamuju Muh. Nur, SE mengatakan bahwa " Dua orang Kariyawan, atau saudara kita ini yaitu Pa H. Hamid dan Pa Tanan telah memasuki masa Purna Bhakti sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundang-undangan yang berlaku bagi Perusahaan daerah Air Minum yaitu setelah kariyawan mencpai masa kerja 25 sampai 30 tahun atau telah mencapai usia 56 Tahun, kedua teman kita ini telah berkarya di PDAM - TM Kabupaten Mamuju sejak 1982 dan tepat hari ini mereka telah mengakhiri masa tugasnya setelah 32 tahun berkarya di PDAM  "  tegasnya.

Pa Tanan dan H. Hamid

" Sesungguhnya kedua rekan kita ini telah bekerja dengan baik dan telah menunjukkan dedikasi yang tinggi, sesungguhnya tenaga mereka masih dibutuhkan di PDAM-TM Kabupaten Mamuju namun apa hendak dikata ada peraturan yang mengikat kita, peraturan yang mengatur tentang masa pensiun, walau begitu bila mereka merasa masih mampu dan mau bekerja,  kita akan memberikan kesempatan itu walau sudah tidak masuk lagi dalam struktur Organisasi Perusahaan  " ungkap Muh. Nur,Se.

Dalam bagian lain sambutannya Direktur PDAM-TM Kabupaten Mamuju menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada 2 ( dua ) Purna Bhkti tersebut, dan menyampaikan permohonan maaf baik atas nama pribadi dan keluarga maupun keluarga besar PDAM-TM Kabupaten Mmamuju " Kami mohon maaf bila ada hal-hal yang kurang berkenan selama kita bersama di PDAM-TM Mamuju, dan tetaplah menjadi bahagian dari kami " Ungkap Muh. Nur, Se

Kariyawan PDAM TM Mamuju

Acara pelepasan Purna Bhakti PDAM-TM Kabupaten Mamuju yang digelar secara sederhana itu dihadiri oleh Dewan Pengawas dan seluruh kariyawan-kariyawati PDAM-TM Kabupaten Mamuju , dalam acara pelepasan tersebut kedua Purna Bhakti masing-masing menerima Motor Roda Dua dari Perusahaan disamping mendapatkan kendaraan Roda Dua kedua Purna Bhakti juga menerima uang pesangon dan uang jasa pengabdian yang jumlahnya bervariasi antara puluhan juta rupaih hingga ratusan juta Rupiah ***

Senin, 30 Maret 2015

MENUJU PERUBAHAN

OLEH : Dr. H. SUHARDI DUKA, MM

Banyak pihak yang bicara tentang konsep perubahan, ataupun reformasi birokrasi. Tapi tak banyak yang sungguh-sungguh melakukannya. Bahkan tidak memahami cara untuk menerapkannya.

Semakin buruk mata rantai tata kelola pemerintahan, semakin terbuka pula peluang melakukan penyimpangan, kongkalikong, pungli, dan korupsi. Imbasnya, keterlambatan layanan publik menjadi bagian dari serial kolosal perjalanan birokrasi di Indonesia.

Idealnya, seorang pemimpin adalah sekaligus sosok yang memimpin perubahan. Karena kunci dari semua perbaikan tata kelola dan reformasi birokrasi ada pada kepiawaian sang pemimpin.

Telah banyak kisah perubahan dan kemajuan mengungkap dari usaha luar biasa yang dilakukan oleh sosok pemimpin. Mereka bergerak di mana saja, baik di pusat kekuasaan, lembaga swasta, maupun di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Ini merupakan dalil sahih bahwa kemajuan yang terjadi di masyarakat tidak terlepas dari campur tangan sang pemimpin. Perbaikan birokrasi di daerah banyak dihasilkan oleh pemimpin daerah saat ini.

Lee Kwan Yeu, adalah bukti konkrit betapa kuatnya pola kepemimpinan yang diterapkan saat menjabat sebagai perdana menteri di Singapura. Beliau memiliki 3 cara berpikir efektif. Yaitu "Think Ahead" mampu berpikir ke depan dan antisipatif; "think again" pemimpin yang mampu mengkaji ulang hasil pemikirannya; dan think across”, kemampuan berpikir secara lateral, horisontal serta lintas disiplin.

Ketiga cara berpikir di atas mestilah dimiliki oleh seorang pemimpin yang akan membawa perubahan. Tidak justru sebaliknya, bekerja secara reguler dan normal alias apa adanya.

Seorang pemimpin sepatutnya mampu melipatgandakan cara kerjanya agar mendapatkan hasil yang berlipat ganda pula. Dan Lee Kwan Yeu tahu kondisi Singapura. Ia paham betul bahwa persaingan kawasan Asean ke depan tak sekadar untuk posisi tawar Singapura yang harus diantisipasi sebagai satu negara kecil. Tapi juga untuk bertindak sebagai pengendali ekonomi di Asean.

Demikian halnya atas keputusan bergabung ke salah satu negara bagian di Malaysia, yang pada akhirnya berpikir kembali untuk melepaskan diri dari Malaysia. Semua itu telah diperaktekkan oleh perdana menteri Lee Kwan Yeu.

Beliau juga sangat tahu akan kepentingan negara-negara tetangga serta kondisi dalam negara yang Multi Etnik, serta Lintas Agama. Atas kematiannya bukan hanya rakyat dan etnis Mandarin yang menangisi. Tapi juga Melayu dan etnis India Arab ikut bersedih atas kepergiannya.

Kita bisa mencontoh beliau akan kegigihannya. Bahwa pemimpin di daerah harus bertanggung jawab atas nasib generasi mendatang. Agar mampu menghadirkan kondisi masa depan yang lebih gemilang. Tentu, takkan terasa jika hasil yang dicapai dengan ukuran evolusi. Seperti halnya tumbuhnya sebuah batang kayu di halaman rumah, sulit terlihat perubahan itu berlangsung setiap hari.

Roda kepemimpinan harus sanggup membuktikan bahwa nasib masyarakat tertinggal harus dipercepat persamaan situasinya dengan masyarakat yang telah awal mengalami kemajuan peradaban.

Perhatikanlah potret Mamuju 10 tahun silam. Jelas sekali bahwa Mamuju merupakan satu daerah yang tertinggal di Sulsel. Hanya Selayar yang setara kala itu.

Tapi bagaimana dengan saat ini? Saya tak sedang jumawa. Tapi indikator dan ukurannya jauh telah meninggalkan potret 10 tahun silam itu. Bahkan Mamuju kini telah dinobatkan sebagai daerah yang tak tertinggal lagi.

Dengan demikian, cetak biru atas fakta empirik ini adalah bahwa cara berpikir ke depan dan antisipatif itu tercermin pada kemampuan mengkaji suatu situasi yang akan dihadapi. Serta kemampuan untuk dapat masuk dan mengendalikan kebijakan itu.

Tidak terlalu sulit mengubahnya, walau kondisinya serba terbatas. Tapi kesungguhan dan tingkat pemahaman akan masalah yang dihadapi serta konsistensi untuk tak pernah berhenti belajar, mesti menjadi keniscayaan. Walhasil, kita pun dapat melakukan perubahan itu. (SDK)

Kritik dan saran:
sdk.suhardi@gmail.com
Powered by Telkomsel BlackBerry®