OLEH : DR. H. SUHARDI DUKA, MM
Foto Facebook.
Saya selalu mendorong pejabat dan staf agar mampu meningkatkan kualitas dirinya, kelemahan utama birokrasi adalah kualitas dalam biding pekerjaan secara professional, lambat dalam mengikuti perkembangan aturan dan teknologi Serta suka bekerja rutunitas setiap hari, kurang inovasi dan tanggung jawab. Melalui kuliah Umum saya dapat mentranfer ilmu yang saya miliki maupun pengetahuan baru yang saya dapat dari kuliah, ataupun kursus
Untuk Hal itulah saya di dalam setiap kesempatan sering saya memberikan kuliah Umum, pegawai baik yang menyangkut kebijakan nasional, maupun biding ilmu tertentu untuk dapat menambah referensi pejabat dan staf.
Di akui bahwa selama 10 tahun, mamuju mampu mencapai prestasi yang baik karena kerja keras semua pihak, mamuju adalah daerah tertinggal, tapi tahun 2013 resmi dinyatakan daerah ini keluar Sebagai daerah tertinggal dan dinyatakan dbg daerah yg cukup maju. Maju dalam arti apa ?,,,,,,,,
Indikator ekonomi makro kab. Mamuju saat ini telah melampaui nasional, mamuju tdk lagi menjadi beban, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan dan pengangguran jauh Lebih baik dari rata2 nasional.
Pengalaman saya 10 tahun tetap menjaga hubungan formal dan pertemanan dengan pejabat dilingkup Pemda baik esalon 2 maupun esalon 3 dan staf. Kepemimpinan yang frandly sangat kuat membangun kebersamaan dan loyalitas, selama menjabat saya tidak pernah memaksa orang loyal kepada saya tapi kalau ada yang loyal itu karena saya selalu membangun pertemanan selama ini.
Dengan pertemanan banyak Hal bisa di cegah selain fungsi Auditor di pemkab mamuju selama ini saya nilai efektif, karena tidak ada laporan yang masuk ke saya baik melalu Surat, call center, SMS yang tidak di tindak lanjuti. Dengan demikian hampir setiap penyimpangan dapat terlebih Dahulu dipernaiki secara internal kemudian diketahui Pengawas external, kami memilliki kekuatan diteksi dini dalam mengatasi masalah hukum di birokrasi mamuju.
Sering ada yang membanding kenapa pejabat mamuju selamat, yah itu kuncinya pejabat Auditor kami cukup ber fungsi dan dengan kepemimpinan yang Frandly saya dapat Lebih dalam menasehati pejabat dalam batasan hukum.
Dimata hukum tidak ada yang istimewa semua sama dalam penerapan hukum apalagi tindak pidana korupsi, kalau Ingin selamat Lebih baik lakukan pencegahan kalau linkungan mu tidak mendukung, maka Anda harus bertahan dan kalau Anda tidak mampu bertahan maka lebih baik pindah dari pada Anda terikut dengan kecelakaan yang lain.
Banyak pejabat lupa batasan, karena juga melihat linkungan yg setara justru melampaui batas Etika. Hal ini perlu di kontrol agar tetap ada keseimbangan dan keharmonisan linkungan kerja, bila dibiarkan maka Akan menjadi indikator penyimpangan.
Akhirnya saya ucapan terima kasih kepada masyarakat mamuju, yg telah melepas saya di hari minggu dlm bentuk pesta rakyat di anjungan dan car free day. Sungguh suatu kehormatan Bagi saya dengan segala do'a dan support nya untuk mendorong saya agar melanjutkan karier Politik, pidato senior saya Uwe' Malik Sungguh membuka dan menjadi Etika Politik baru di mamuju, yg bisa menjadi contoh Bagi adik2 generasi berikut.
I love mamuju, lanjutkan pembangunan dan perjuangan.
Mamuju, 4 okt. 2015
SDK.
Sabtu, 10 Oktober 2015
Selasa, 29 September 2015
OBAT MUJARAB HILANGKAN BAU BADAN DAN BAU MULUT SELAMANYA
Foto : www.kulitinta.com
Bau Badan dan Bau Mulut, Kondisi ini tidak membahayakan kelangsungan hidup manusia, walau begitu sangat berpengaruh dalam pergaulan sosial ditengah-tengah masyarakat, baik dalam menjalani aktifitas dalam pekerjaan , maupun dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
Biasanya Kondisi ini disebabkan oleh berbagai hal dalam kebiasaan hidup seseorang, kebiasaan makan atau minum, kebiasaan memelihara dan menjaga kebersihan tubuh itu sendiri, untuk membuat Bau Badan dan Bau mulut hilang dalam waktu tertentu bisa dengan cara menggunakan minyak wangi, Farfum deodorant atau semacamnya, tapi hal ini tak akan bertahan lama karena memerlukan tindakan rutin, maintenance secara tetap tanpa boleh terlupakan dan tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Namun demikian bagi pembaca yang budiman tak perlu khawatir karena ada cara yang mudah dan juga murah, untuk menghilangkan bau mulut dan juga bau badan. Dikutip dari VIVA.co.id ( Kesehatan, Lifestyle, Tips ) Caranya adalah dengan membuat minuman alami, yang harus Anda konsumsi di pagi hari, karena dapat membantu melawan bau yang tidak menyenangkan karena berkeringat dan bau mulut.
Denbgan Mengkonsumsi minuman ini kita tidak lagi perlu khawatir, jika orang-orang yang dekat dengan Anda merasa bau.
Adapun Bahan-bahan yang harus Disiapkan adalah: dua buah apel, satu ruas jahe, lima lembar daun kubis segar, perasan jus dari satu lemon, dan satu ikat peterseli.
Cara mempersiapkannya: Tempatkan bahan dalam blender setelah mencuci mereka. Hancurkan hingga membentuk jus. Tuangkan jus dalam gelas dan meminumnya sebelum sarapan. Konsumsi jus segar ini setiap hari, agar badan Anda tetapi wangi dan mulut tidak berbau lagi.*****
Sumber : VIVA.co.id
Kamis, 24 September 2015
REFORMASI BIROKRASI DAN HATRICK WTP 3 TAHUN DALAM EFISODE SEMOGA MENJADI KENANGAN
Membina dan mengankat pegawai adalah suatu pekerjaan yang tidak mudah banyak kepentingan dan pengaruh yang bermain. Utamanya dalam menerima pegawai sering di barengi dengan pungli dan korupsi.
Demikian juga dalam upaya menjadikan pegawai agar disiplin Serta professional tidaklah mudah, kerja sama dengan kodim/TNI adalah alternatif yang tidak professional tapi saat itu tidak ada pilihan yang ada di depan saya. Maka tahun 2007 Pemda MOU dengan kodim untuk peningkatan disiplin pegawai.
Memaksa pejabat esalon 2 dan 3 memahami perencanaan yang dibuat juga adalah cara saya untuk menanamkan tanggung jawab pada pejabat terhadap apa yang di kerjakan dan direncanakannya sendiri. Sering saya katakan pahami kondisi saat ini dan kenali linkungan strategismu kemudian tetapikan tujuan baik Jangka pendek maupun Jangka panjang dan menengah. Serta buat program untuk mencapai nya, demikian Hal aederhana selalu saya sampaikan saat2 Awal jabatan saya.
Kalau APBD kabupaten mamuju walaupun Kecil tapi dapat mendorong pertumbuhan Serta mampu menurunkan angka kemiskinan Serta ada nampak yang di lihat setiap tahun, itu karena kemampuan perencanaan dan program yang tetap fokus pada upaya pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan. Kami tidak pernah boros tapi selalu fokus Dalam mengatasi masalah dasar di mamuju. Setiap skpd harus ekspose di depan saya dan pimpinan setiap tahun sebelum menetapkan Anggaran di APBD. Setiap program yang tidak fokus dan boros pasti saya cat ( potong ).
Saat ini pegawai kabupaten mamuju tidak terbiasa boros, dan bahkan nilai kejujuran mulai nampak di beberapa skpd. Banyak pejabat dan pegawai pemkab. Mamuju mengembalikan hari Lebih SPPD, mengembalikan Anggaran Bahan pakai habis, dan sisa Anggaran lainnya yang tidak terpakai bukan lagi zamannya mencari per tanggung jawaban fiktif.
WTP tiga tahun berturut-turut bukanlah perkara mudah, apalagi saat memulianya diperlukan jiwa besar dan komitmen yang kuat untuk hal itu. Tahun 2012 kita capai, maju 1 tahun dari target RPJMD. Tahun pertama dan kedua Mamuju dapat Hadiah 4 mil year dan tahun ketiga kali nya WTP dapat hadian 25 Milyar. Kita syukuri karena saya bisa menitip dan menambah APBD 25 M tahun 2016.
Untuk Hal itu saya merasa perlu untuk menitipkan pada bupati terpilih nantinya agar menjaga WTP tetap disandang Oleh kabupaten Mamuju tahun2 berikutnya.
Sapota, 19 sept. 2015
SDK.
Kamis, 17 September 2015
STADION DAN RUMAH SAKIT ( DALAM EFISODE SEMOGA MENJADI KENANGAN )
OLEH : DR. H. SUHARDI DUKA, MM
Idealnya, antara sarana olah raga dan sarana kesehatan keduanya haruslah saling menunjang. Sebab bila sarana olah raga baik, maka masyarakat dapat berolahraga dan menjaga kesehatannya. Sebaliknya, jika masyarakat tidak berolahraga maka ada banyak ragam penyakit datang bermunculan silih berganti.
Membangun stadion sejak dahulu menjadi impian masyarakat Mamuju. Namun setiap saat selalu mengalami kendala. Utamanya lokasi dan tanah pembangunan stadion tersebut.
Di Tahun 2007 saya lakukan pendekatan yang intensif. Akhirnya persoalan tanah dapat terselesaikan dengan baik. Hingga di tahun berikutnya kita mulai pembangunan stadion tesebut. Dan kini, jadilah stadion Manakarra menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Mamuju.
Demikian halnya dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Sebelumnya tampak kumuh dan tidak lebih menyerupai puskesmas. Kini, keberadaan RSUD telah berdiri megah 2 lantai. Di dalamnya tersedia memilliki 120 kamar tidur. Soal anggaranya, 90 persen bersumber dari dana tugas pembantuan dari Kementerian Kesehatan.
Saat saya masuk jadi bupati, Dokter ahli yang bertugas di rumah sakit Umum hanya satu orang. Yaitu Dokter ahli Penyakit Dalam. Dari sisi pelayanan sangat mengecewakan masyarakat. Bahkan cenderung ditolak akibat pelayanannya yang tak memuaskan.
Dengan kewenangan sebagai Bupati, saya memanggil Dokter yang bersangkutan untuk mencari rumah sakit yang lain saja. Saat itulah rumah Sakit Umum Mamuju tidak punya dokter ahli. Ini pulalah yang menjadi embrio pemikiran untuk bergerak memintal kembali jejaring kampus di Universitas Hasanuddin Makassar. Saya pun kemudian menemui sejumlah petinggi di fakultas kedokteran UNHAS untuk meminta dokter ahli agar ditugaskan di Mamuju.
Dari beberapa dokter yang saya temui, mereka menyarankan agar pengusaha didorong untuk berinvestasi membangun rumah sakit swasta. Rumus maupun kalkulasinya sederhana, jika terdapat rumah sakit swasta, maka dokter ahli akan terdorong untuk bertugas di Mamuju.
Saat itu saya segera mendorong rekan-rekan pengusaha untuk membangun rumah sakit swasta. Tapi oleh pengusaha justeru menilai Mamuju belum layak untuk dibangun rumah sakit swasta. Karena saya butuh Dokter Ahli, akhirnya saya mulai mencoba membangun klinik swasta untuk memancing para dokter ahli berminat pindah tugas ke Mamuju. Itu jugalah yang menjadi cikal bakal yang mendorong berdirinya Rumah Sakit Mitra Manakarra.
Wal Hasil, saat ini rumah sakit Umum Mamuju telah memilliki dokter ahli 10 orang dengan 8 keahlian. Operasi berskala besar juga telah dapat dilakukan di Mamuju. Artinya tidak mesti lagi dirujuk ke maksssar. Maka sejak tahun 2006 Rumah Sakit Umum Mamuju, telah digratiskan pembiayaannya bagi warga miskin dan tidak mampu.
Selanjutnya, di tahun 2014 diberlakukan program BPJS bagi masyarakat Mamuju yang miskin. Sekaligus mendapat subsidi dari pemkab Mamuju. Bukan hanya itu saja, bagi yang tidak memilliki kartu BPJS, tapi tidak mampu, juga dilayani dan mendapat subsidi dari pemkab, melalui Dinas Sosial.
Lalu bagaimana dengan hari ini? Disadari, keluhan masyarakat dalam layanan masih ada. Tapi tidak seperti diawal. Sebab jumlahnya pun terus berkurang. Sementara untuk mencapai titik sempurna tentu tidak mungkin. Namanya juga rumah Sakit Pemerintah! (Sdk)
Kritik dan saran:
Email: sdk.suhardi@gmail.com
BAZ DAN PENDIDIKAN GRATIS ( DALAM EFISODE SEMOGA MENJADI KENANGAN )
OLEH : DR. H. SUHARDI DUKA, MM
Pendidikan dan keadilan ekonomi adalah sesuatu yang sangat fundamental untuk itu menjamin masa depan generasi atau daerah maka ciptakan pendidikan yang merata dan hilangkan hambatan masyarakat untuk menadapatkan layanan pendidikan.
Tahun 2005 kebijakan pendidikan Indonesia masih berbayar Dana Bos belum diterapkan kecuali pada tingkat sekolah dasar SD. Belum ada Dana sertifikasi guru dan tun jangan kinerja. Artinya kondisi pendidikan kita masih sulit Demikianpun kesejahteaan guru sangat minim. Sering untuk pengadaan kapur Saja di sekolah diminta partisipasi murid untuk keberlanjutan proses belajar mengajar.
Melihat kondisi itu tahun 2006 saya melounching Pendidikan gratis di mamuju, dengan mengalokasikan Anggaran yang cukup besar di sektor pendidikan, atau mensubsidi setiap anak untuk SMP Rp. 500.000,dan SMA/SMK Rp. 750.000 /siswa Jika sekiranya saya beri kartu tiap anak maka itulah yang disebut kartu Indonesia pintar (KIP) era Jokowi. Tapi saya tidak beri kartu yang saya lakukan adalah MOU dengan kepala sekolah untuk tidak memungut uang pada anak/siswa. Dengan kebijakan itu sekolah mulai rame angka putus sekolah dari SD ke SMP dan ke SMA mulai menurun. Dengan methode ini Dana yang mengalir kesekolah cukup besar, contoh SMA X dengan 1.000 siswa/siswi x Rp 750.000. = Rp.750.000.000 per tahun.
Demikian pun tahun /2008 saya mulai menetapkan tunjangan kinerja Bagi pegawai utamanya guru dan tenaga medis. Untuk guru SMA/SLTA Rp.600.000 perbulan angka ini cukup disyukuri Oleh para guru saat itu, dibanding dengan tunjangan kesra/berdiri Rp. 10.000/bulan.
Kebijakan sektor pendidikan tersebut menjadikan mamuju Sebagai salah satu rujukan dalam penetapan kebijakan pendidikan daerah yang berpihak, Demikianpun hasilnya dapat kita rasakan dengan mengukur angka prestasi anak pada setiap jenjang, apalagi di tambah dengan kebijakan khusus peningkatan prestasi anak yaitu bea siswa manakarra, khusus Bagi anak rangkin 1 sampai dengan 10 pada semua jenjang dan bea siswa Bagi anak unggul manakarra di perguruan tinggi negeri utama nya pada 9 jurusan.
Untuk kemudahan yang lain Pemda juga menyediakan sarana angkutan khusus anak sekolah BUS SEKOLAH untuk anak SMP dan SLTA gratis setiap hari pergi pulang khusus Bagi anak yang tidak mapu dan jauh dari sekolah. Denga perubahan kebijakan itu hampir setiap malam rumah jabatan penuh kunjungan dari rakyat untuk menyampaikan rasa terimah kasih kepada Pemda atas layanan pendidikan kepada anaknya, selain itu pembangunan Sekolah baru secara masif terms dilakukan di tingkat kecamatan, khususnya SMP/SMA/SMK.
Selanjutnya saya Amati kondisi ekonomi rakyat, saya melihat ada ketimpangan ekonomi khususnya di kalangan umat Islam. Akhirnya saya mengajak teman2 partai yang berbasis Islam untuk menggarap peraturan daerah tentang Zakat bersama dengan para ulama.
Akhirnya kita mulai dan bentuk Badan Amil Zakat (BAZ tahun 2008.
Di Awal penerapan perda ini cukup mendapatkan tantangan akibat ke tidak percayaan masyarakat khususnya para pegawai terhadap pengololaan zakat. Tapi saya akui saat itu saya gunakan dengan cara yang sedikit memaksa dan ancaman Bagi pegawai yang tidak Bayar zakat Akan tidak naik pangkat (tangan besi istilah saya). Demikianpun BAZ saya awasi langsung dalam pengololaan Serta transfaransi dengan bekerja sama media untuk mengumumkan rekening keuangan berapa yang masuk dan di belanjakan kemana uang zakat itu, BAZ melakukan dengan transfaran dan membuka di publik terhadap penyaluran uang zakat itu. Kini alhamdulillah BAS telah dapat membantu sekian ribu orang miskin, sekian ratus rumah kumu dalam bentuk bedah rumah, orang jompo, orang sakit, antaran ambulance dan lain lain layanan yang dapat dibantu Oleh Badan Amil zakat kab. Mamuju, dan saat ini Badan Amil Zakat kab. Mamuju telah menjadi salah satu tempat study banding pengololaan zakat di di daerah.
Umat Islam senang zakat nya bisa ber manfaat dan orang miskin pun bersyukur dapat dibantu Oleh BAZ dalam setiap kesulitan, saya Hanya berharap Ridho dari Allah SWT. Amin.
Garuda, 31 agustus 2015
SDK.
Pendidikan dan keadilan ekonomi adalah sesuatu yang sangat fundamental untuk itu menjamin masa depan generasi atau daerah maka ciptakan pendidikan yang merata dan hilangkan hambatan masyarakat untuk menadapatkan layanan pendidikan.
Tahun 2005 kebijakan pendidikan Indonesia masih berbayar Dana Bos belum diterapkan kecuali pada tingkat sekolah dasar SD. Belum ada Dana sertifikasi guru dan tun jangan kinerja. Artinya kondisi pendidikan kita masih sulit Demikianpun kesejahteaan guru sangat minim. Sering untuk pengadaan kapur Saja di sekolah diminta partisipasi murid untuk keberlanjutan proses belajar mengajar.
Melihat kondisi itu tahun 2006 saya melounching Pendidikan gratis di mamuju, dengan mengalokasikan Anggaran yang cukup besar di sektor pendidikan, atau mensubsidi setiap anak untuk SMP Rp. 500.000,dan SMA/SMK Rp. 750.000 /siswa Jika sekiranya saya beri kartu tiap anak maka itulah yang disebut kartu Indonesia pintar (KIP) era Jokowi. Tapi saya tidak beri kartu yang saya lakukan adalah MOU dengan kepala sekolah untuk tidak memungut uang pada anak/siswa. Dengan kebijakan itu sekolah mulai rame angka putus sekolah dari SD ke SMP dan ke SMA mulai menurun. Dengan methode ini Dana yang mengalir kesekolah cukup besar, contoh SMA X dengan 1.000 siswa/siswi x Rp 750.000. = Rp.750.000.000 per tahun.
Demikian pun tahun /2008 saya mulai menetapkan tunjangan kinerja Bagi pegawai utamanya guru dan tenaga medis. Untuk guru SMA/SLTA Rp.600.000 perbulan angka ini cukup disyukuri Oleh para guru saat itu, dibanding dengan tunjangan kesra/berdiri Rp. 10.000/bulan.
Kebijakan sektor pendidikan tersebut menjadikan mamuju Sebagai salah satu rujukan dalam penetapan kebijakan pendidikan daerah yang berpihak, Demikianpun hasilnya dapat kita rasakan dengan mengukur angka prestasi anak pada setiap jenjang, apalagi di tambah dengan kebijakan khusus peningkatan prestasi anak yaitu bea siswa manakarra, khusus Bagi anak rangkin 1 sampai dengan 10 pada semua jenjang dan bea siswa Bagi anak unggul manakarra di perguruan tinggi negeri utama nya pada 9 jurusan.
Untuk kemudahan yang lain Pemda juga menyediakan sarana angkutan khusus anak sekolah BUS SEKOLAH untuk anak SMP dan SLTA gratis setiap hari pergi pulang khusus Bagi anak yang tidak mapu dan jauh dari sekolah. Denga perubahan kebijakan itu hampir setiap malam rumah jabatan penuh kunjungan dari rakyat untuk menyampaikan rasa terimah kasih kepada Pemda atas layanan pendidikan kepada anaknya, selain itu pembangunan Sekolah baru secara masif terms dilakukan di tingkat kecamatan, khususnya SMP/SMA/SMK.
Selanjutnya saya Amati kondisi ekonomi rakyat, saya melihat ada ketimpangan ekonomi khususnya di kalangan umat Islam. Akhirnya saya mengajak teman2 partai yang berbasis Islam untuk menggarap peraturan daerah tentang Zakat bersama dengan para ulama.
Akhirnya kita mulai dan bentuk Badan Amil Zakat (BAZ tahun 2008.
Di Awal penerapan perda ini cukup mendapatkan tantangan akibat ke tidak percayaan masyarakat khususnya para pegawai terhadap pengololaan zakat. Tapi saya akui saat itu saya gunakan dengan cara yang sedikit memaksa dan ancaman Bagi pegawai yang tidak Bayar zakat Akan tidak naik pangkat (tangan besi istilah saya). Demikianpun BAZ saya awasi langsung dalam pengololaan Serta transfaransi dengan bekerja sama media untuk mengumumkan rekening keuangan berapa yang masuk dan di belanjakan kemana uang zakat itu, BAZ melakukan dengan transfaran dan membuka di publik terhadap penyaluran uang zakat itu. Kini alhamdulillah BAS telah dapat membantu sekian ribu orang miskin, sekian ratus rumah kumu dalam bentuk bedah rumah, orang jompo, orang sakit, antaran ambulance dan lain lain layanan yang dapat dibantu Oleh Badan Amil zakat kab. Mamuju, dan saat ini Badan Amil Zakat kab. Mamuju telah menjadi salah satu tempat study banding pengololaan zakat di di daerah.
Umat Islam senang zakat nya bisa ber manfaat dan orang miskin pun bersyukur dapat dibantu Oleh BAZ dalam setiap kesulitan, saya Hanya berharap Ridho dari Allah SWT. Amin.
Garuda, 31 agustus 2015
SDK.
Selasa, 05 Mei 2015
PEMIMPIN YANG TIBA-TIBA
OLEH : Dr. H. SUHARDI DUKA, MM
Pemimpin sukses ternyata sangat beragam. Ada yang eksentrik, konformis, bahkan peragu dan sangat santai. Ada juga yang sangat mempesona dan hangat. Sebaliknya, ada juga yang kaku, diam dan dingin.
Managemen dan kepemimpinan merupakan bidang yang sangat dinamis. Kehadiran Presiden JOKOWI dari jabatan Walikota ke Gubernur hingga jadi Presiden, adalah merupakan bukti dari tuntutan publik saat ini. Dengan penampilan sederhana, lugu dan lurus, tidak amlmbisius serta "lepas" dari belenggu protokol dan seakan akan peduli akan mendapat simpati luar biasa. Bila berada di zaman revolusi era Soekarno, mungkin takkan dilirik orang. Karena pada era itu, dibutuhkan tipikal kepemimpinan yang strong, berapi api bisa membakar semangat massa untuk suatu proses revolusi.
Persoalannya, antara masa lalu dan saat ini, kemampuan media sangat berbeda. Saat ini terlalu banyak teknik dan cara untuk menciptakan citra seseorang. Sehingga yang tampak bukan aslinya. Kita bisa pidato di podium berapi-api tanpa membawa teks sampai 2 jam. Sepertinya kita kuasai benar masalah. Tapi sesungguhnya membaca teks dalam bentuk running teks yang berjalan di depan kita, itulah teknologi. Publik pun kagum seperti kaya ide dan kemampuan oratornya sangat tinggi. Tapi sesungguhnya satu kalimat pun ide aslinya tak ada. Sebab yang dibaca adalah teks yang dibuat oleh seorang staf ahli. Namun tak tampak akibat canggihnya teknologi.
Untuk itulah, kepemimpinan lokal yang sehari- hari dapat kita saksikan bersama lebih asli dibanding dengan seseorang yang datang tiba-tiba dan di desain secara fenomenal oleh media, seperti di mata najwa. Bila media berpihak, maka yg di tampilkan sisi baiknya secara terus-menerus. Bahkan didesain untuk terlihat baik dan peduli. Tapi bila sebaliknya, maka akan menampilkan sisi buruknya terus dan berulang ulang.
Lihatlah nasib pengadilan opini yang menimpa Angelina Sondakh, Nasaruddin, dan Anas urbaningrum. Baik gambar maupun beritanya di dua stasiun TV berita Metro dan TV One diputar berulang kali di setiap momen dan waktu siar yang padat pemirsa. Dampaknya Partai Demokrat rontok pada pemilu 2014 lalu dan PD lebih memilih untuk tak mencalonkan Presiden pada pemilu tersebut.
Selanjutnya mari kita analisa secara benar kepemimpinan lokal saat ini. Mulai dari pemilihan kepala desa sampai pada pemilihan bupati di empat kabupaten di Sulbar.
Sebaiknya jangan hanya menganggap atau mengira-ngira, tapi justru ikuti betul perjalanan hidup, karier, dan kemampuan serta harapan yang dijanjikan oleh kandidat. Kalau hanya melihat luarnya saja maka dalam nya Anda takkan tahu. Demikian pun kalau hanya mengira bisa meleset dari perkiraan Anda. (Sdk)
Kritik dan saran:
sdk.suhardi@gmail.com
Foto : Facebook
"Manajemen adalah melakukan dengan benar, kepemimpinan adalah melakukan hal yang benar," kata Peter Drucker. Dari hasil riset Prof. Brian Morgan dari Cardifl Business School, membuktikan bahwa tidak ada yang konsisten dari daftar descriptor yang dapat mendefinisikan pemimpin yang luar biasa.
Managemen dan kepemimpinan merupakan bidang yang sangat dinamis. Kehadiran Presiden JOKOWI dari jabatan Walikota ke Gubernur hingga jadi Presiden, adalah merupakan bukti dari tuntutan publik saat ini. Dengan penampilan sederhana, lugu dan lurus, tidak amlmbisius serta "lepas" dari belenggu protokol dan seakan akan peduli akan mendapat simpati luar biasa. Bila berada di zaman revolusi era Soekarno, mungkin takkan dilirik orang. Karena pada era itu, dibutuhkan tipikal kepemimpinan yang strong, berapi api bisa membakar semangat massa untuk suatu proses revolusi.
Persoalannya, antara masa lalu dan saat ini, kemampuan media sangat berbeda. Saat ini terlalu banyak teknik dan cara untuk menciptakan citra seseorang. Sehingga yang tampak bukan aslinya. Kita bisa pidato di podium berapi-api tanpa membawa teks sampai 2 jam. Sepertinya kita kuasai benar masalah. Tapi sesungguhnya membaca teks dalam bentuk running teks yang berjalan di depan kita, itulah teknologi. Publik pun kagum seperti kaya ide dan kemampuan oratornya sangat tinggi. Tapi sesungguhnya satu kalimat pun ide aslinya tak ada. Sebab yang dibaca adalah teks yang dibuat oleh seorang staf ahli. Namun tak tampak akibat canggihnya teknologi.
Untuk itulah, kepemimpinan lokal yang sehari- hari dapat kita saksikan bersama lebih asli dibanding dengan seseorang yang datang tiba-tiba dan di desain secara fenomenal oleh media, seperti di mata najwa. Bila media berpihak, maka yg di tampilkan sisi baiknya secara terus-menerus. Bahkan didesain untuk terlihat baik dan peduli. Tapi bila sebaliknya, maka akan menampilkan sisi buruknya terus dan berulang ulang.
Lihatlah nasib pengadilan opini yang menimpa Angelina Sondakh, Nasaruddin, dan Anas urbaningrum. Baik gambar maupun beritanya di dua stasiun TV berita Metro dan TV One diputar berulang kali di setiap momen dan waktu siar yang padat pemirsa. Dampaknya Partai Demokrat rontok pada pemilu 2014 lalu dan PD lebih memilih untuk tak mencalonkan Presiden pada pemilu tersebut.
Selanjutnya mari kita analisa secara benar kepemimpinan lokal saat ini. Mulai dari pemilihan kepala desa sampai pada pemilihan bupati di empat kabupaten di Sulbar.
Sebaiknya jangan hanya menganggap atau mengira-ngira, tapi justru ikuti betul perjalanan hidup, karier, dan kemampuan serta harapan yang dijanjikan oleh kandidat. Kalau hanya melihat luarnya saja maka dalam nya Anda takkan tahu. Demikian pun kalau hanya mengira bisa meleset dari perkiraan Anda. (Sdk)
Kritik dan saran:
sdk.suhardi@gmail.com
Selasa, 28 April 2015
NEGARA YANG BAHAGIA
OLEH : Dr. H. SUHARDI DUKA, MM
Jaringan solusi pembangunan berkelanjutan (SDSN) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah merilis peringkat negara paling bahagia di dunia.
Saat ini kita selalu mengukur kemajuan negara dengan standar ekonomi makro. Seperti pertumbuhan, PDRB, tingkat pengangguran, dan tingkat kemiskinan serta Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. Namun saat ini, variabel tersebut lebih berkembang, dikarenakan ukuran kesejahteraan bukan hanya indikator ekonomi. Tapi justru ukuran sosial juga menjadi variabel yang tak kalah pentingnya.
Dalam Laporan tersebut, adalah Swiss alias negeri jam tangan menjadi negara yang menempati peringkat pertama sebagai negara paling bahagia di dunia.
***
Kebahagiaan merupakan ukuran kemajuan yang lebih komprehensif. Karena selain indikator ekonomi dengan Tingkat pendapatan yang lebih dari cukup. Juga mengukur kemajuan sosial dan pemenuhan kebijakan publik.
Kebebasan sosial, dan rasa aman serta demokrasi masuk menjadi indikator dalam pemenuhan hak-hak sipil. Demikian halnya sejauh mana kemampuan Pemerintah dalam memberikan layanan publik yang adil dan cepat bagi rakyat akan mendorong rasa kepuasan publik sebagai warga negara yang mendapat layanan.
LAlu, apakah Indonesia telah menjadi salah satu negara yang bahagia di dunia?
Syukur, karena kita telah berada di peringkat 74. Artinya peringkat ini sudah lebih baik dari pada peringkat sepak bola dan korupsi. Tapi bila dibandingkan dengan Singapura, bangsa kita masih jauh. Karena Singapura berada pada peringkat ke-24, Uni Emirat Arab berada di urutan ke-20 dan Qatar ke-28.
Negara yang rakyatnya bahagia, selain gambaran ekonomi yang mapan, juga sistem politik dan hukum berjalan seiring. Partai politik dan ormas berjalan mandiri. Tanpa intervensi Pemerintah, jauh dari bayang-bayang ketidakadilan. Apalagi pembekuan!
Negara demokrasi seperti Swiss, kebebasan persnya juga sangat terjaga dan terukur. Dalam pemberitaan, tak ada fitnah, melainkan fakta yang tak dapat disembunyikan.
Dengan PDRB per kapita masyarakat Swiss US$ 88.500, sikap masyarakatnya selalu menjaga kenetralannya dalam pergaulan dunia. Serta cenderung mengambil posisi Sang Juru Damai.
Untuk diketahui, Swiss Merdeka pada tanggal 1 Agustus 1291, dengan motto "unus pro umnibus, omnes pro uno" (Latin), satu untuk semua, semua untuk satu.
Untuk ukuran dunia, ukurannya Swiss hampir terpenuhi tapi bagaimana dengan kebahagiaan di akhirat?
Kalau Indonesia hanya menempati peringkat 74 kebahagiaan dunia, maka jangan pernah menyerah. Selain kita harus memperbaiki peringkat di atas, lebih penting untuk kebahagiaan akhirat kita harus menjadi negara nomor Wahid. Mengapa? karena kebahagiaan ahirat tidak sesulit ukuran dunia. Cukup perbaiki "Iman dan Taqwa", maka kita akan menjadi negara bahagia di akhirat.
Tapi kalau dunia kita sudah begini terus, di akhirat juga kita tak bahagia. Wa Naudzubillahi min dzalik. (sdk)..
Foto Facebook
Jaringan solusi pembangunan berkelanjutan (SDSN) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah merilis peringkat negara paling bahagia di dunia.
Saat ini kita selalu mengukur kemajuan negara dengan standar ekonomi makro. Seperti pertumbuhan, PDRB, tingkat pengangguran, dan tingkat kemiskinan serta Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. Namun saat ini, variabel tersebut lebih berkembang, dikarenakan ukuran kesejahteraan bukan hanya indikator ekonomi. Tapi justru ukuran sosial juga menjadi variabel yang tak kalah pentingnya.
Dalam Laporan tersebut, adalah Swiss alias negeri jam tangan menjadi negara yang menempati peringkat pertama sebagai negara paling bahagia di dunia.
***
Kebahagiaan merupakan ukuran kemajuan yang lebih komprehensif. Karena selain indikator ekonomi dengan Tingkat pendapatan yang lebih dari cukup. Juga mengukur kemajuan sosial dan pemenuhan kebijakan publik.
Kebebasan sosial, dan rasa aman serta demokrasi masuk menjadi indikator dalam pemenuhan hak-hak sipil. Demikian halnya sejauh mana kemampuan Pemerintah dalam memberikan layanan publik yang adil dan cepat bagi rakyat akan mendorong rasa kepuasan publik sebagai warga negara yang mendapat layanan.
LAlu, apakah Indonesia telah menjadi salah satu negara yang bahagia di dunia?
Syukur, karena kita telah berada di peringkat 74. Artinya peringkat ini sudah lebih baik dari pada peringkat sepak bola dan korupsi. Tapi bila dibandingkan dengan Singapura, bangsa kita masih jauh. Karena Singapura berada pada peringkat ke-24, Uni Emirat Arab berada di urutan ke-20 dan Qatar ke-28.
Negara yang rakyatnya bahagia, selain gambaran ekonomi yang mapan, juga sistem politik dan hukum berjalan seiring. Partai politik dan ormas berjalan mandiri. Tanpa intervensi Pemerintah, jauh dari bayang-bayang ketidakadilan. Apalagi pembekuan!
Negara demokrasi seperti Swiss, kebebasan persnya juga sangat terjaga dan terukur. Dalam pemberitaan, tak ada fitnah, melainkan fakta yang tak dapat disembunyikan.
Dengan PDRB per kapita masyarakat Swiss US$ 88.500, sikap masyarakatnya selalu menjaga kenetralannya dalam pergaulan dunia. Serta cenderung mengambil posisi Sang Juru Damai.
Untuk diketahui, Swiss Merdeka pada tanggal 1 Agustus 1291, dengan motto "unus pro umnibus, omnes pro uno" (Latin), satu untuk semua, semua untuk satu.
Untuk ukuran dunia, ukurannya Swiss hampir terpenuhi tapi bagaimana dengan kebahagiaan di akhirat?
Kalau Indonesia hanya menempati peringkat 74 kebahagiaan dunia, maka jangan pernah menyerah. Selain kita harus memperbaiki peringkat di atas, lebih penting untuk kebahagiaan akhirat kita harus menjadi negara nomor Wahid. Mengapa? karena kebahagiaan ahirat tidak sesulit ukuran dunia. Cukup perbaiki "Iman dan Taqwa", maka kita akan menjadi negara bahagia di akhirat.
Tapi kalau dunia kita sudah begini terus, di akhirat juga kita tak bahagia. Wa Naudzubillahi min dzalik. (sdk)..
Langganan:
Postingan (Atom)






