Social Icons

Selasa, 26 Januari 2016

ANTARA MEMILIH DAN MENGELOLA ORANG BAGI BUPATI BARU

OLEH : DR.H.SUHARDI DUKA, MM



Pimpinan sering memiliki perbedaan dalam menerapkan Managemen pengololaan, termasuk di birokrasi.  Dalam Managemen ada namanya hukum Packard. Katanya tidak ada perusahaan yang dapat konsisten meningkatkan penghasilannya secara lebih cepat dibandingkan kemampuannya mendapatkan cukup banyak orang yang tepat guna menerapkan pertumbuhan.

Pilihannya adalah apakah kita mendahulukan memilih orang yang tepat, loyal, tulus, hebat dan profesional ketimbang kita harus memilih untuk membimbing dan mengawasi serta mengololah terus menerus agar tercapai tujuan.
Dalam satu tim kerja memilih orang adalah langkah yang sangat menentukan dalam sukses nya sebuah organisasi. Memilih profesional dengan taruhan mandiri, atau memilih kawan dengan taruhan bimbingan. Yang baik adalah kawan yang profesional agar tim work bekerja maksimal dan loyalitas berjalan tampa pengawasan karena dibangun bersama untuk satu tujuan bersama pula.

Orang2 terbaik tidak perlu di kelolah, mereka hanya perlu dibimbing dan dipimpin, tapi orang yang lemah membutuhkan waktu untuk di kelolah terus menerus.    Pimpinan akan banyak kehilangan waktu bila waktunya digunakan untuk mengololah  para SKPD .  Akan tetapi organisasi akan kehilangan haluan bila orang yang dipilih tidak tepat dan tdk mandiri serta profesional kemudian dibiarkan bekerja tampah arahan dan bimbingan yang jelas.

Memilih dan mengololah adalah suatu pilihan, Managemen akan rontok bila kita salah menerapkan, menganggap pilihan kita baik tapi ternyata yang ada adalah pemain cadangan dengan kualitas rendah, kemudian meninggalkan dan mempercayakan satu tanggung jawab penuh arganisasi atau perusahaan, maka disana akan terjadi tumpang tindih dan saling menganggap hebat dan benar. Kalau itu yang terjadi maka kegagalan menanti capaian yang diharap akan gagal, justru akan lemah bila berhadapan dengan legislatif maupun lembaga lain.

Bupati baru pilihan rakyat, sebentar lagi akan dilantik dan memegang tanggung jawab besar untuk mengololah daerah, disana akan mewujudkan visinya dan janji kampanyenya  tentu dalam rentang waktu 5 tahun.  Pemimpin yang hebat akan memulai transformasi dengan memilih orang orang yang tepat untuk diajak naik bus, jangan ragukan orang, dan ketika ragu maka lakukan pencarian terus untuk mendapat kan orang yang hebat yang akan bersama  dalam mengololah daerah.  Orang yang ada di bus bisa direvitalisasi ataupun menurunkan sebagian penumpangnya agar tidak jenuh.

Orang yang hebat yang dimksud sebagian cirinya adalah mereka suka berdebat untuk mencari inovasi dan transformasi tapi ketika keputusan sudah di ambil diskusi dan debat selesai, semua tunduk pada putusan bersama, tujuan bersama serta untuk kepentingan publik. Hindari orang yang senang politik intrik dalam birokrasi, karena akan menjadi bibit untuk merusak hubungan antara bupati dan wakilnya.



Simpang lima. 20 Januari 2016




            SDK.

PNS DALAM MENTAL PRIYAYI

 OLEH : DR.H. SUHARDI DUKA, MM



Sikap yg menempatkan posisi Sebagai pelayan di kalangan PNS belum sepenuhnya dapat diterapkan walaupun reformasi birokrasi sudah berjalan hampir 1 dekade.
Bahkan posisi PNS dalam kelas sosial masih memposisikan diri Sebagai kelas menengah keatas bersama dengan kalangan swasta. Kesejahteraan PNS memang perlu di tingkatkan agar dapat menghindarkan diri dari prilaku korupsi baik itu peningkatan gaji maupun peningkatan tunjangan kinerja dan lainnya.  Akan tetapi persoalan mengubah prilaku yang dilayani menjadi pelayan adalah suatu yang di haruskan.


Dalam visi Nawacita, dan revolusi mental hendaknya dijadikan Sebagai upaya untuk mengubah kebiasaan  PNS yang ber mental dilayani menjadi melayani masyarakat.
Kata kata pelayan Bagi PNS jangan di artikan rendah atau starata rendah yang bisa memalukan Bagi PNS.  Karena pelayan Bagi PNS tidak sama konotasinya dengan pelayan di restoran.  Demikian halnya kata pembantu, yang melekat pada menteri tidak sama konotasinya dengan kata pembantu yang melekat pada rumah tangga. Menteri Sebagai pembantu president tidaklah rendah.

Pelayanan yang diberikan PNS tujuannya adalah Kesejahteraan , kepuasan , kemudahan, percepatan dan murah Bagi masyarakat. Untuk itu PNS dalam me revolusi dirinya. Mampu mentranformasikan diri untuk ber inovasi dan menyatu dengan kemajuan tekonologi.
Bukan lagi saat ya PNS di ukur dari sisi kehadiran ya Saja Akan tetapi Lebih jauh dari itu ada out came dari setiap kinerja yang terukur.

Bekerja di rumah atau dimana Saja Bagi PNS dapat Saja  dinilai Sebagai satu kinerja, biar tdk di kantor sejauh target kerja yang diberikan dapat dipenuhi dan bahkan bisa melampaui target.  Dengan aplokasi E Gov, PNS semakin dimunkinkan untuk bekerja diluar rungan dan batasan waktu kantor.
Generasi PNS yang saat ini memegang jabatan puncak  seperti esalon II  masih banyak yang tidak paham IT. Mereka pada saat kuliah masih menggunakan mesin ketik  menyelesaikan skripsi dan thesis, mereka yang lahir tahun 70 ke bawah, dan iya tidak menyediakan diri dan belajar tekonologi informasi. Cirinya adalah mereka yang menggunakan HP, untuk menelpon Saja dan SMS.
PNS generasi ini sulit berubah, Hanya satu dua orang yang benar2 berusaha untuk me reformasi diri baik dalam tugas maupun dalam tekonologi IT dan inovasi.

Suatu saat di kantor pemkab mamuju, saya tidak memberlakukan undang an by Surat, cukup dengan undang an rapat by SMS di group esalon. Yang satu ini selalu terlambat, kok terlambat terus Pak ? ,  tegur aku, dia jawab saya tidak ada pemberi tahuan rapat, kok itu kau punya black Barry. Ada undangan di group BBM ndak baca yah, jawabnya aku tdk tahu buka Pak.  Bukti seperti ini sulit untuk dirubah.

Generasi PNS yang lahir tahun 70 an yang sudah terbiasa dengan IT, saat ini mereka masih berada di esalon III sedikit di esalon II mereka inilah yang cepat mengaplikasi perubahan.
Banyak inovasi dan pandai menggunakan E.Gov. Baik planning, budgeting, dan kontrol kinerja. Generasi ini sudah sedikit menjauh dari mental kelas dan merasa priyayi dalam kelas masyarakat.  Justru meleka memiliki kepuasan tersendiri kalau dapat memberi Pelayanan maksimal ke publik.  Ke depan bila generasi ini yang memegang jabatan esalon II saya yakin Akan terjadi perubahan yang cepat di birokrasi. Semoga.




Simpang Lima tgl, 16 January 2016

Jumat, 15 Januari 2016

DIRGA ADHI PUTRA SINGKARRU RESMI BERGABUNG DI PARTAI DEMOKRAT



Dirga Adhi Putra Singkarru Ketua DPD  Assosiasi Pengusaha Indonesia ( APINDO ) Sulawesi Barat resmi bergabung di Partai Demokrat hari ini Jum'at tanggal 15 Januar 2016 dalam acara Pembukaan Musda/ Muscab ke III Partai Demokrat secara serentak di Hotel D'Maleo Mamuju.

Dirga dikukuhkan sebagai Anggota Partai Demokrat oleh Ketua BPOKK Partai Demokrat Bapak Jendral ( Purn ) Pramono Edy Wibowo. Dilihat dari kapasitas yang dimiliki oleh Dirga Anak muda Putra Mantan Anggota DPR RI Pa Hendra Singkarru  asal Polewali Mandar ini akan bergabung dalam kepengurusan DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat yang yang dipimpin oleh Pa SDK yang baru saja terpilih kembali untuk priode kedua 2016 - 2021.

Dalam kata pengukuhannya Pa Pramono Edy Wibowo mengatakan bahwa " Dirga ini adalah anak muda yang memiliki harapan masa depan yang masih panjang, kepada anak muda yang energik dan mau bekerja keras Partai menaruh harapan akan masa depan yang lebih baik,  dipundak para pemuda ini harapan itu kita gantungkan " .

Pengukuhan Dirga Singkarru disaksikan oleh Ketua DPD PD Sulbar Bpk. DR. H. Suhardi Duka, MM, Sekertaris DPD PD Sulbar Bpk. Andi Mappangara, S.Sos, Wakil Ketua BPOKK, Bupati Mamasa Bpk. Ramlan Badawi, Bupati Mamuju terpilih Pa Habsi Wahid, Bupati Mamuju Tengah Terpilih Bpk H, Aras Tammauni, serta para peserta Musda/ Muscab Sulawesi Barat ****

Sabtu, 21 November 2015

DEMOKRAT PREDIKSI HABSI - IWAN AKAN MENANG MUDAH DI PILKADA MAMUJU 2015



DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat Sangat Optimis pasangan Calon Bupati No Urut 3  H. Habsi Wahid - Irwan Pababari menang dalam Pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2015, Pasangan ini diyakini dapat mewakili konfigurasi Pemilih di Kabupaten Mamuju. Survey yang dirilis pada bulan Oktober 2015 membuktikan Habsi - Iwan memimpin dengan torehan 50 % lebih dari jumlah responden yang dijadikan sample dalam Survey yang digelar dari bulan September - Oktober 2015.

Ternyata tidak cuma lembaga survei menjagokan Calon No Urut 3 Pa Habsi Wahid - Pa Irwan Pababari  dengan tagline Lanjutkan Pembangunan  akan menang  di Pilkada Mamuju 9 Desember 2015, Pa SDK  Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat pun dalam pernyataan Pers disuatu kesempatan baru-baru ini di Mamuju mengungkapkan keyakinannya bahwa "  Insya Allah Pa Habsi - Iwan Pababari akan memenangi Pilkada Mamuju 2015, Survey yang dirilis pada bulan Oktober 2015 , mengungkapkan bahwa Lebih dari 50 % responden menjagokan Habsi - Iwan , kemudian ditunjang lagi dengan kampanye yang kami lakukan secara masif dan terorganisir dengan baik beberapa hari belakangan bersama teman-teman Koalisi para Ketua DPC Partai Pendukung  dan   Tokoh Sentral dari Mamuju Pa Almalik dan Pa Aruchul Thahir , tentu  akan semakin meningkatkan popularitas dan Elektabilitas Habsi - Iwan yang pada akhirnya bermuara pada kemenangan "  Ujar Pa SDK Optimis.




Pada bagian lain Politisi Partai Demokrat Pa Djamruddin  mengungkapkan  bahwa " Sebagaimana diketahui  Tim Koalisi Pemenangan Pasangan No. Urut 3 Pa Habsi - Iwan telah menyelenggarakan kampanye terbatas sejak tanggal 19 Nopember 2015 Star dari Kecamatan Tommo dengan menampilkan Jurkam  Andalan Bapak DR. H. Suhardi Duka, MM, Ketua DPRD Mamuju 2005, Bupati Mamuju Priode 2005 - 2015, Bpk. H. Almalik Pababari, Mantan Ketua DPRD Mamuju, Bupati Mamuju Priode 2000 - 2005, dan Bapak Aruchul Thahir Tokoh Masyarakat Sulawesi Barat, Ketiganya adalah Mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mamuju, Partai yang sepanjang sejarah Mamuju selalau menjadi Pemenang baik di Pemilu maupun Pilbup Mamuju ( Kecuali tahun 2014 yang baru lalu ) ketika Partai Demokrat mengambil alih kemenangan itu dengan menempatkan 10 Orang Wakilnya di DPRD Kabupaten Mamuju 2014 - 2019. Dengan kehadiran 3 Jurkam andalan yang memiliki karisma, memiliki power, simpatisan dan loyalis yang tak terbilang junlahnya dan berada bersama pasangan Habsi - Iwan dipastikan akan menambah pundi - pundi suara yang signifikan untuk memenangkan Pasangan No Urut 3 di Pilkada Mamuju " jelasnya tanpa ragu.

Habsi - Iwan , yang diusung dan didukung oleh Partai Hanura, PKS , PBB dan Partai Demokrat memiliki hampir separuh Anggota DPRD di Kabupaten Mamuju dengan begitu kemenangan Paslon Habsi - Iwan akan membuat Sinergi antara Eksekutif dan Legeslatif akan harmonis seiring dan sejalan  hal ini  menguntungkan bagi kelanjutan Pembangunan di Kabupaten Mamuju kelak, Untuk itu Paslon No Urut 3 harus menang dan dimenangkan  " Kata Pa Djamruddin seorang Pengamat dan Politisi Partai Demokrat  di Mamuju (  20/11/2015 ).

" Kami Prediksi Pasangan Habsi - Iwan akan meraup suara dari Kecamatan Mamuju, Singkep dan Tapalang serta Kalukku, akan tetapi pada Wilayah tertentu akan terjadi pertarungan yang ketat dengan para Kompetitor lainnya, tapi jangan lantas lengah karena kompetitor juga terus berupaya untuk menang " Kata Pa Djamruddin mengakhiri bincang dengan WWS ***



Selasa, 03 November 2015

MUSDA III DEMOKRAT SULBAR SDK AKAN MENANG AKLAMASI

OPINI SINGKAT  : MUHAMMAD NUR INNO ( OKT ).


Foto Facebook

Dari hasil pengamatan secara saksama dilapang kami memprediksi DR. H. SUHARDI DUKA,MM ( SDK ) akan menang Aklamasi untuk kembali menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat Priode 2015 - 2020 pada Musyawarah Daerah III Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 - 24 November 2015, di Hotel D'Maleo Mamuju.

Kami dan kawan-kawan dari internal maupun pengamat eksternal  DPD Partai Demokrat berpendapat sampai saat ini belum ada Tokoh di Demokrat yang memiliki kemampuan sekaliber Bupati Mamuju priode 2005-2010 dan 2010 - 2015 yang telah berakhir masa jabatannya pada bulan Oktober yang baru lalu. Dalam Musda III nanti tidak akan ada Calon  lain yang akan maju untuk memberi jalan kepada Pa SDK untuk kembali memimpin DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat.

Prediksi kami dalam pemandangan Umum nanti para Pemilik suara akan sepakat menentukan pilihannya kepada Pa SDK tanpa reserve, soal Pemilihan Ketua itu sudah harga mati kemungkinan yang masih akan dibahas di Panitia Pengarah ( Stering Comite ) adalah Pembentukan Komisi, tata tertib dan  Pertanggung Jawaban Pengurus DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat priode sebelumnya.

Dalam arena Musda  III yang akan berlangsung selama dua hari dapat dipastikan bahwa DR. H. Suhardi Duka, MM akan terpilih secara aklamasi, seperti yang terjadi pada Pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat di Kongres Partai Demokrat Surabaya Mei 2015 yang lalu, dimana Pa SBY tanpa mengalami hambatan terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Sebagai penulis kami meyakini bahwa dalam Musda III DPD Demokrat Sulawesi Barat kali ini tidak akan bernasib sama dengan beberapa Partai lainnya yang mengalami Dead Lock dalam Musda karena menurut kami Partai Demokrat Sulawesi Barat sangat Solid dibawa Kepemimpinan Pa SDK.

Akhirnya kami UCAPKAN SELAMAT BERMUSYAWARAH SUKSES MENYETAI KITA SEMUA " ***

Sabtu, 31 Oktober 2015

MELEMAHNYA KEKUATAN RAKYAT DI ERA JOKOWI

OLEH : DR. H. SUHARDI DUKA


Foto Facebook

Dibanding dengan era sebelumnya, nilai Tukar Politik rakyat begitu kuat termasuk tekanan kepada Pemerintah dan legislatif. Terbukti UU tentang pilkada tidak langsung yang telah disahakan Oleh DPR RI akhirnya berakhir dgn keluar nya perpu Nomor 1 tentang pilkada langsung akibat tekanan rakyat yang begitu kuat kepada SBY. Demikian juga rencana pembangunan kantor DPR RI, yang telah dialokasikan anggarannya juga mentok akibat tekanan rakyat kepada parlemen.

Bukan Hanya itu  beberapa kali rencana revisi UU KPK, yang di motori beberapa Fraksi di Dewan jugaselalu gagal akibat kuat dan berartinya suara rakyat saat itu. Kepekaan Pemerintah  terhadap setiap gejolak dan aspirasi yang terbangun begitu nyata, termasuk upaya penyelesaian konplik antar hubungan KPK dan lembaga lain, termasuk memanasnya hubungan KPK dgn Polri saat itu.

Satu tahun sudah Pemerintahan Jokowi Jk. Tren penurunan kepuasan rakyat atas kinerja Pemerintah utamanya president dan wakil president nampak sesuai survey, pada bulan  maret Oktober tentang kepuasan Hanya 47 % dan Oktober turun lagi menjadi 45 % (poltracking) sedang indobarometer  maret 57 % dan Oktober 46 % demikian juga wakil president  44 % maret dan 42 % Oktober sedang indobarometer 53 % dan 42 %.

Kondisi tersebut menggambarkan sesungguhnya rakyat tidak puas atas kinerja pemerintahan saat ini. Walaupun dalam kondisi tidak puas tapi rakyat diam dan rela memberikan dukungan kepada Pemerintah  dengan harapan Akan ada perhaikan di tahun kedua. Saya pun percaya bahwa di tahun kedua president Jokowi Jk Akan Lebih fokus memperbaiki kondisi ekonomi negara saat ini. Peran wakil president yang telah pengalaman mengatasi pelemahan ekonomi global sebaiknya sedikit diberi peran. Jk adalah seorang yang sangat piwai dalam pengololaan ekonomi tidak justru dikurangi gerak dan perannya, Serta dilemahkan dengan perlawanan beberapa menteri yang nota bene menteri yang tidak jelas track rekordnya.

Sebaiknya Disadari bahwa rakyat tidak Hanya memberi dukungan tapi ada Asa yang di harapkan., pemerintahan Jokowi harus Lebih fokus untuk memberi balas jasa kepada rakyat yang tetap setia menyokong dia, denga langkah yang Lebih nyata untuk menolong rakyat keluar dari masalah nya.

Melemah ya harga sawit dan karet Serta beberapa komoditas pertanian ditengah  menguatnya Dollar, perlu ada kebijakan yang yang Lebih memihak dan dipastikan dapat dilaksanakan dengan baik. Salah satu packet kebijakan ekonomi 1-5 sudah Lebih baik tapi
Rakyat Ingin  mendapatkan bonus atas kesetiaannya memberi dukungan kepada Pemerintah saat ini, Kartu Indonesia sehat dan kartu Indonesia pintar sesungguhnya kebijakan itu sudah lama bergulir dihampir setiap daerah. Yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah kebijakan yang Lebih memberi harapan Akan kepastian masa depan utamanya dibidang landeform. Subsidi hasil pertanian dan pupuk Serta infrastrusktu yang Lebih berpihak.

Pembinaan umkm Sebagai penggerak ekonomi perkotaan sebaiknya diberikan pembiayaan yg Lebih lunak, Demikianpun target pajak kepada usaha menengah sebaiknya di beri incentive utamanya usaha yg memperkerjakan banyak org.  Dukungan rakyat terhadap Pemerintah Jokowi di yakini Akan tetap ber lanjut bila Hal ini menjadi perhatian yg cukup serius. Tapi bila tidak maka rakyat Akan kecewa dan sulit kembali dipulihkan kepercayaan  nya. Dan salah satu indikator yg Akan terus Pak Jokowi mendapatkan kepercayaan publik adalah bagaimana menyikapi Partai pendukungnya dalam upaya pemberantasan korupsi dengan penguatan lembaga2 penegak hukum termasuk KPK.

Merivisi UU adalah sesuatu yang biasa, tapi merevisi UU KPK dengan tujuan tertentu di pahami Sebagai sesuatu yang di pandang belum perlu mengingat peran KPK dan kepercayaan lembaga ini terhadap publik begitu besar. Masalahnya memang SBY membuat KPK Sebagai pisau yang tacam kemudian menusuk dirinya sendiri.  Dan saya Kira PDI P tidak Ingin seperti nasibnya partai Demokrat.
Yang diperlukan Bagi KPK adalah integritas pemimpin nya, tidak ambisi dan tidak diperalat partai lain dengan janji Akan menjadi sesuatu. Akibat nya KPK menjadi sesuatu yang liar Pimpinan KPK sebaiknya sebelum menjabat harus membuat pernyataan bahwa tidak bersedia dicalonkan Jadi President atau wakil president.
Sebelum masatugasnya di KPK berakhir.

Silk air,   10 okt. 2015.


           SDK.

Jumat, 23 Oktober 2015

KEPERCAYAAN DIRI, REALISTIS KENDALI AMBISI

 Oleh : DR. H. SUHARDI DUKA, MM

Oleh John Whitmore menukilkan kalimat bijak. Katanya, pengetahuan adalah kekuatan dari sudut pandang pemahaman diri sendiri. Ia pun menyatakan: "Apa yang membuat aku sadar memberdayakan diri ku, dan apa yang membuat aku tidak sadar mengendalikan aku".

Sesungguhnya, kepercayaan diri itu penting. Tapi harus selalu realistis dalam menilai setiap fakta. Kepercayaan diri akan selalu berhubungan dengan ambisi. Disebabkan kondisi psikologis ini sangat terkait dalam diri manusia.

Orang yang cerdas akan selalu mengukur kepercayaan dirinya dengan realitas keilmuan yang dapat dijadikan standar teoritis untuk menilai setiap keputusan.

Umpama Arema Malang yang hendak melawan Manchester United (MU). Klub sepakbola Arema Malang memang perlu percaya diri, tapi harus terukur dan tidak perlu ambisi untuk mengalahkan lawan sekaliber MU. Sebab jika berambisi untuk mengalahkannya maka kontrol permainan akan menjadi sulit terkendali. Akibatnya justru kesempatan bagi MU untuk mempecundangi lawan sampai 10 nol. Inilah bukti betapa diperlukan kesadaran terhadap siapa yang mengendalikan kondisi psikologis kita.

***

Banyak pemimpin dalam pengambilan keputusan tidak independen. Bahkan justru tidak dalam kendali kesadarannya. Akibatnya menjadi pribadi yang tidak jelas bahkan gampang dipengaruhi oleh kepentingan lain. Kita akan menemukan karakter kepemimpinan yang tidak konsisten, cepat berubah. Kata sepadan dari itu adalah pemimpin yang lain wujud pagi hari, lain pula di sore hari.

Coba perhatikan rumus teori kesadaran diri ala Bennis. Menurutnya, kesadaran diri sama dengan pengetahuan diri. Sama dengan kepemilikan diri, sama dengan kendali diri, dan sama dengan ekspresi diri.

Kesadaran diri akan menciptakan peluang mendapatkan pengetahuan diri (is'al). Dan saat itu akan memperbesar percaya diri dan keyakinan diri. Selanjutnya, kita mampu mengendalikan diri sendiri tanpa tergantung pada orang lain. Maka di sinilah akan muncul independensi dalam pengambilan keputusan sebagai bentuk kesadaran emosional. Sekaligus jati diri kita yang strong sebagai seorang leadership.

Berani dengan kuat berbeda bila dipersonifikasi pada pemimpin. Berani bisa bermakna ambisius. Berani juga dapat mengabaikan norma literasi. Sebaliknya, strong adalah kharisma terhadap suatu keputusan yang dibuat. Apakah akan bertahan dengan berbagai goncangan dan ancaman, ataukah bakal berubah saat petang itu tiba. Pemimpin yang strong, bila telah mengambil keputusan maka menjadi harga diri dan akan kuat bertahan dengan keputusannya. Sehingga akan memperbesar ekspressi dirinya sebagai pemimpin.

Olehnya itu, kekuatan diri sangat penting bagi manager ataupun pemimpin, untuk bisa mewujudkan program, ataupun misinya. Lihat saja, banyak pemimpin justru meninggalkan visi misinya setelah terpilih. Karena ia adalah pribadi yang tidak realistis dan tidak mampu melakukan kendali diri.

Salah satu cirinya adalah menuding orang lain sebagai pihak yang salah. Sementara yang benar, hanya dirinya sendiri. Menjanjikan perubahan yang tidak mendasar, asal beda dan tidak menyadari secara realistis bahwa hal itu jauh dengan keinginan publik dan calon pemilih.

Terakhir, mengenal pemimpin bagi publik itu penting agar nantinya dapat menilai karakter dan ambisi seorang pemimpin, yang pada akhirnya akan menjadi dasar untuk memilih. (Sdk)

Kritik dan saran: sdk.suhardi@gmail.com